Pagi ini aku bertemu dengan salah satu orang di kementrian keuangan. Dia sudah cukup umur dan sepertinya sudah menjabat di posisi strategis. Dia mendatangiku dan kami pun mulai berbincang, mungkin dia penasaran ada seorang wanita (cantik :p ) duduk sendiri di ruang tunggu. Iya, aku sedang menunggu suamiku untuk mengikuti sebuah tes yang di adakan oleh instansinya.
Aku dan beliau berbincang cukup lama. Beliau pun menanyakan banyak hal kepadaku. Seperti siapa nama suamiku, sudah berapa lama suamiku bekerja di kantor pajak, siapa aku, lulusan mana, orang mana dll. Dia cukup kaget saat tahu aku lulusan S1 Unair, dia bilang betapa sayangnya potensiku kalau aku tetep berada di Sanggau. Tapi, dia juga cukup kagum dengan kemauanku untuk menetap menemani suamiku. Karena, kebanyakan istri dari bawahan maupun rekan kerjanya, lebih memilih tinggal di Pontianak ayau kembali ke tanah kelahiranya, istilahnya LDR gitu deh.
Beliau juga cukup kaget saat mengetahui suamiku yang masih tergolong pegawai baru dan terlalu singkat masa kerjanya di Sanggau mengikuti tes ini. Dengan nada yakin beliau bilang bahwa akan sangat sulit untuk suamiku lulus ujian ini, apalagi soal-soal tes nya juga sangat sulit. Hanya 30 orang dari ratusan bahkan ribuan pegawai kantor pajak di seluruh Indonesia yang dapat lolos. Dan tahun lalu, hanya 1 orang yang lolos dari Pontianak.
Aku jawab "Yah saya hanya bisa bantu doa untuk suami saya, semoga suami saya lulus", dan dia jawab "Semua orang di aula ini juga berdoa hal yang sama mbak, tidak mungkin semuanya luluskan?". Dan aku hanya tersenyum. :)
Sekarang suamiku sedang berusaha, dan aku disini, di ruang tunggu tidak berhenti berdoa. Dan hanya kepada Allah aku menyerahkan hasil keputusannya.. Insyaallah :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar