Somebody ever asked me about my "Long Distance Relationship". Pertanyaan wajar yang sering sekali dipertanyakan kepadaku. Karena saya ini adalah bukti hidup seseorang yang dapat melakukan "Long Distance Relatioship" yang kabarnya sulit itu.. Disini aku bakal bagi pertanyaan yang biasa ditanya, plus jawaban ku ya... read this dan resapilaaaahh.. :)
Question : "Mbak Devi kok isa sih LDR an?"
Answer : Aku terlalu sibuk dengan kehidupanku di Surabaya yang sangat penuh dengan tanggung jawab. Sehingga, rasanya tidak ada waktu senggang untukku merasa "membutuhkan" seorang lelaki berada di dekatku. Dan aku merasa akan begitu repot dan riwehya hariku, kalau aku harus membagi hariku dengan lelaki yang selalu ingin diperhatikan. So, ingin sukses LDR-an? Be busy!!! Buat hari-harimu bermanfaat bagi terwujudnya mimpi-mimpimu.. Semakin nganggur kamu, semakin banyak ruang untuk dirimu menggalau tentang kekasihmu yang ada jauh disana..
Question : "Mas Iwa kok juga bisa ya LDR an? biasanya kan cowok tukang selingkuh?"
Jawaan seriusnya : Alhamdulillah, Iwa mentalya mental setia
Jawaan yang jauh lebih serius :
Alhamdulillah Iwa itu di jakarta untuk sekolah. Uang masih dikirimi sama mamanya. Hidup pas pas an. Mau selingkuh? sayangnya g ada daya dan upaya. Modal g ada. Cewek juga g ada yang mau di ajak keluyuran kalo hanya jalan kaki dan makan pisang goreng, satu dibagi dua. :)) *jadi laki yang punya uang, alias sudah mapan punya peluang lebih besar untuk selingkuh :))
Question: "kok bisa ya kalian berdua satu sama lain bertahan dengan LDR dan g pernah putus?"
Jawabanku yang biasanya : Dia bakal luar biasa menyesal kalo sampe niggalin aku. Karena, diluar sana, bakal banyak lelaki yang berebut untuk berada di sampingku, sebagai pasangan hidupku, makanya dia g mau mutusin aku :)) #congkak :))
Jawaban dalam hati : this relationship is just too precious to throw it to the recycle bin. and to be honest, aku melihat Iwa sebagai "investasi kehidupaku". Aku percaya, dia hanya perlu aku asah sedikit di sana sini untuk dapat menunjukkan sinarnya. Somehow, aku bisa melihat dia akan menjadi Imam yang luar biasa bagiku nanti, makmumya. Tidak hanya dia yang aku lihat, tapi juga keluarganya. Aku melihat almarhum papanya, aku melihat mamanya. Keluarga seperti itu tidaklah mugkin mencetak seorang anak lelaki yang tidak bertanggugjawab. Aku percaya bahwa di setiap helaan nafasnya nanti, dia hanya akan memikirkan tentang bagaimana cara membuat pasangannya bahagia. And I wish that girl was me. That's why aku bertahan. That's why aku menghabiskan waktuku untuk berkembang bersamanya. berdua. Saling memperbaiki diri dan upgrade level keimanan, bersamanya.
Kalo Jawaban Iwa mah simple : "Aku sudah menunggu 3 tahun untuk menjadikannya kekasihku, dan 5 tahun untuk menjadikannya partner hidupku.. Penantian ini worth it, so, why Should I left her go?
For conclusion...
kalo aku sih, masalah LDR itu tinggal masalah "worth it to be wait for" apa enggak.
"Trus, kalo sudah terlanjur jadian gimana mbak?"..(eh, nanyak lagi..)
Answer : Tinggal aja. Gampang. Toh ya kalo dibalikin lagi ke tuntunan kehidupan kita, Al quran, pacaran kan g ada di alquran. Pacaran itu manusianya sendiri yang bikin sebagai media untuk dapat saling mengenal. Kita ini perempuan punya hak untuk memilih. Jangan habiskan waktumu dan kemudian menggalau untuk lelaki yang tidak layak. Inget lho, Laki itu "Investasi Kehidupan" mu nanti. Gak mau kan terjebak dengan pria yang salah seumur hidupmu?
Kebahagiaan rumah tanggamu nanti bergantung sama pintar pintar nya kamu memilih sekarang. you're just too young to stuck with one person who don't deserve your time for waiting. Jika kamu sadar lelaki itu Gak worth it, segera bilang "assalamualaikum" lambaikan tangan, lalu balik kanan dengan senyuman.
Conclusion beneran ya sekarang..
Untuk teman teman yang sedang LDR, berbahagialah.
bukannya apa ya teman, berpacaran itu mungkin g ada yang ngelarang, tapi apa yang bisa terjadi dalam hubugan berpacaran yang terlalu intens itu lho yang dilarang. Temen temen, terutama yang perempuan, hati hati ya, selalu inget sama semua nilai yang sudah di ajarkan oleh orang tua kita sejak kecil. Selalu ingat bahwa apa yang di ajarkan oleh Al quran itu tidak pernah jadul ataupun kuno. Pegangan tangan aja g boleh lho teman, apalagi berpelukan dengan yang bukan muhrim.. Mau peluk peluk an, cium cium an, pegang pegangan tangan, bakal ada saatnya nanti. tenang..sabarrr.. nikmati saja masa masamu menjadi muslimah yang aktif sekarang. banggakan kedua orang tua dengan prestasi :)
Mugkin aku bakal terkesan seperti orang tua saat berbicara seperti ini, but you can't deny that what I told is damn true! :D
Aku juga dulu pacaran, pegang pegangan tangan, peluk pelukan,lalu di foto trus di pajang di DP (hadeuh,jahiliyah), dan sekarang saat aku sudah menikah, aku cukup malu kalo ingat ingat. Lhah ngapain toh melakukan apa yang di benci sama Allah untuk "keinginan" saat itu, padahal nanti saat sudah halal, semuaya akan berjalan dengan jauh lebih indah.
Aku cukup bersyukur aku dulu LDR, mungkin Allah sayang sama aku da Iwa. Karena banyak hal bisa terjadi kalau 2 orang yang bukan muhrimnya berduaan. Aku dan Iwa hanyalah manusia biasa, yang jika terlalu lama dekat dengan intens, semua hal yang dilarang sama Allah bisa bisa menjadi "biasa" saja karena dengan dalih semua orang juga melakukan.. (masyaallah >.<)
Balik lagi, Untuk yang LDR, jaga hubungan dengan komunikasi yang baik dan kepercayaan. Dan pastikan dia yang disana memang layak untuk ditunggu. Jangan berlama lama galau karena semua akan indah pada waktunya.. Insyaallah :)
suka LDR ini yg bikin ak berpikir sai, sayang jodohnya sapa ya hhi ,, smg bs dpt sesuai kayak papaq tp susah, smg allah meridhoii cwok seperti papaku dokter,, aminn,, pengen y km senasib sama rania :))
BalasHapus