Aku dan mama lahir pada tanggal yang sama, 25 Januari. Mungkin aku adalah kado ulang tahun untuk mamaku saat itu. Mungkin karena kami lahir pada tanggal yang sama, kami memiliki sifat yang hampir sama. Kami juga memiliki ikatan yang cukup kuat. Kalau aku sedang merasakan sesuatu, sering mama juga merasakannya, begitu juga sebaliknya.
Aku ingat mamaku suatu kali menelponku dan menangis. Mama ku sangat merindukanku. Sudah tidak ada lagi gadis kesayangannya yang selalu mencium kedua pipinya saat dia akan pergi ke kampus atau kemanapun. Iya, salah satu rutinitas kesukaanku adalah mencium pipi mamaku. Sering aku menciumi pipi mamaku dalam waktu yang kebih lama dari sekedar kecupan. Dan mamaku selalu tersenyum saat aku melakukannya. Jujur saja hatiku luluh setiap mendengar mamaku merindukanku, tapi aku hanya bisa meminta doanya. Doa supaya suamiku segera ditempatkan di Jawa.
Aku tidak ingin melihat mamaku khawatir akan diriku. Oleh karenanya, aku mencoba menjadi wanita yang kuat di samping suamiku. Sifat manja aku buang jauh-jauh. Karena sekarang aku sedang berjuang bersama suamiku demi masa depan yang gemilang #alah.. Hehe :p
Aku taw aku tidak boleh cengeng. Aku tidak boleh mengeluh. Terlalu banyak yang harus aku syukuri, jadi lebih baik aku berkonsentrasi pada hal-hal yang membaikkan.
Mamaku mulai mengerti bahwa gadis kecilnya sekarang sudah menjadi wanita dewasa. Sekarang, setiap di telpon mamaku tidak pernah lagi menangis. Karena mama ku percaya bahwa sekarang aku berada di tangan yang tepat, suamiku.. :)
Sekarang, mamaku menelponp hanya untuk memastikan bahwa sejauh apapun aku berada, doa mamaku tidak akan pernah diputuskan oleh lautan maupun pegunungan. Insyaallah.. :)
Note : aku sayang mama lebih dari apapun. Semua yang sedang aku lakukan sekarang semata-mata hanya untuk mama. Dan semoga Allah akan selalu menjagaku untuk selu menjadi anak yang berbakti. Insyaallah :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar