Selasa, 04 Desember 2012

Besar Kecil

Aku percaya bahwa semua hal yang terjadi pada diri kita adalah atas kehendak Allah. Aku percaya bahwa setiap hal yang terjadi pada kita bukanlah semata-mata sebuah kebetulan. Semua hal ada maknanya. Semua hal ada dampaknya. Bahkan, hal yang kita anggap tidak penting pun, sering memberikan dampak yang luar biasa bagi kehidupan kita.

Kebaikan kecil, kebaikan besar, keburukan kecil, keburukan besar, kesalahan kecil, kesalahan besar, sebenarnya adalah sama. Pada dasarnya, kedua hal yang sering digolongkan menjadi hal besar ataupun kecil ini adalah sama.

Menurutku, tidak ada namanya kebaikan kecil. Contoh,  saat kita yang biasa mengeluarkan uang 100rb untuk makan dan nonton, lalu "hanya" memberikan 10%nya untuk tukang parkir. Mungkin itu seperti kebaikan kecil, tapi untuknya yang dengan 10rb dapat dibelikan lauk untuk keluarganya di rumah, tentulah itu berdampak besar bagi dirinya. Atau hanya senyuman ramah yang kita berikan kepada tukang sampah yang sedang membersihkan jalan, begitu berarti saat biasanya dia selalu di anggap tidak ada dalam keramaian. Kebaikan tetaplah kebaikan, tidak untuk diukur atau di hitung-hitung. Kalau nilai kebaikan mulai dicoba untuk diukur dengan alat pembanding, bukankah menjadi ironi yang memilukan?

Menurutku juga tidak ada yang namanya keburukan kecil. Saat kau membicarakan keburukan orang lain yang kamu anggap biasa itu, ada nama baik yang tercoreng, ada hati yang terluka, ada orang tua yang kecewa, ada keluarga yang malu. Masihkah hal itu di anggap sebagai keburukan kecil? Atau hanya sekedar memberikan pandangan merendahkan dengan sengaja kepada dia yang tidak kita suka, apakah itu juga termasuk dalam keburukan kecil? Keburukan tetaplah keburukan, kalau terbiasa mengecilkan keburukan, lama kelamaan kita sudah tidak tahu lagi mana batas keburukan kecil dan mana keburukan besar, yang ada hanyalah sikap pembenaran dari setiap apa yang kita lakukan.

Menurutku juga tidak ada yang namanya kesalahan kecil. Seseorang yang terlambat masuk kantor 5 menit dengan yang terlambat 1 jam, tetap saja dinamakan terlambat. Aku ingat seorang dokter yang harusnya membantu persalinan tanteku, dia memilih untuk sholat jumat terlebih dahulu. Terlambat 5 menit dan anak tanteku meninggal saat dilahirkan, keracunan air ketuban. Andai saja dia datang 5 menit lebih awal, mungkin sekarang aku sudah memiliki sepupu di Sekolah Dasar.. (FYI,sampai sekarang tanteku yang sudah berumur 40-an, belum juga dikaruniai anak)
Yah begitulah, kadang manusia sering menggampangkan sebuah kesalahan, tanpa memikirkan dampaknya bagi orang lain ataupun lingkungan dimana dia tinggal. Karena, dia pikir kesalahannya kecil, tidak sebesar koruptor ataupun teroris. Peremehan atas sebuah kesalahan adalah kesalahan itu sendiri. 

Secara bijak aku berpikir, bukan besar kecilnya kesalahan, tapi seberapa besar kamu berusaha untuk memperbaikinya.

Semua hal dalam hidup kita memiliki dampak. Semua hal dalam hidup kita saling terkait...

Have a nice day.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar