This beautiful morning I want to write my opinion about Sanggau, terutama tentang akses jalannya.
Well, the first time I touched down in Sanggau I feel so faaarrrr away from my house.
The road are rocky. What I'm trying to say is, jalannya rusaknya naudzubillah. How come this people in here never protest to any goverment in here??? Misalnya kepada Bupati yang sedang menjabat atau kepada wakil rakyat yang mengabdi disini.
I ever asked to Iwa who is the regent in this city. Dan apakah di sini ada DPRD? Karena, keadaan jalan akses masuk Sanggau dari arah pontianak, dan keluar sanggau ke arah Sekadau sangatlah diluar kewajaran. Jalanan rusak parah. Lubang di tengah jalan sudah cocok digunakan untuk membiakkan lele. Begitu besar dan dalam. I mean, ini bukanlah "jalan" yang seharusnya. Mungkin tidak cocok jika disebut dengan "jalan".
Padahal, kalau aku perhatikan, jalanan ini sangatlah aktif dilewati berbagai kendaraan bermotor. Dai roda 2 sampai roda 4. Dari mobil kecil sampai besar, seperti truk dan bis. Artinya, jalanan ini begitu penting bagi kehidupan masyarakat Kalimantan Barat, terutama untuk berkunjung dari satu kota ke kota lainnya.
Ini menyedihkan. Aku sempat bertanya kepada Iwa, dimanakah kantor DPRD Sanggau. I want to write something about this to them. Gak mungkinlah kalau mereka tidak tahu. Karena ini adalah satu-satunya akses masuk maupun keluar Sanggau. Come on!!! Do something!!! Kalian adalah para pembuat keputusan kan??
I wonder, apakah pendapatan pajak daerah Sanggau ini begitu kecil sampai tidak bisa memperbaiki jalan? If that so, apakah tidak ada jalan lain untuk mengusahakan perbaikan jalan? Such as Giving any proposal to any factory in this city? Aku dengar disini banyak perusahaan kelapa sawit kan? Atau perusahaan di bidang lainnya. Yah.. for their Corporate Social Responbility, they can use this project to take a part. Gak harus 1 perusahaan aja yang membetulkan jalan, bisa dengan bekerja sama, beberapa perusahaan memberi andil dalam perbaikan jalan, misalnya. CSR tidak hanya tentang kegiatan sosial kan, tapi juga tentang lingkungan sekitar. Dan jalanan di Sanggau ini benar-benar perlu di perbaiki.
I realize that, untuk memperbaiki sebuah jalan bisa mengeluarkan uang yang begitu banyak, menyentuh Milyaran. Tapi, bukankah kita membayar pajak untuk membangun negeri ini?? Dan Sanggau adalah bagian dari negeri ini. Dan sekarang adalah saat yang tepat untuk melihat pajak yang telah dibayarkan oleh wajib pajak ini, "menyentuh" Sanggau. Kan Indonesia tidak hanya Jawa... -____-"
Disini aku melihat kelemahan berada jauh dari pusat pemerintahan. Kurang dapat perhatian. Masalah jalanan yang luar biasa mengkhwatirkan ini saja, sepertinya sudah bertahun-tahun tidak tersentuh pemerintah pusat. Sekarang aku benar-benar merasakan "Perkembangan Perekonomian yang Tidak Merata" hanya dari kasus "Jalanan Rusak". And if you asked me, I can explain apa saja hal yang masih banyak tertinggal disini. Perekenomian yang tidak merata merupakan salah satu penyebabnya.
Oke, kembali ke permasalahan "Jalanan Rusak".
Aku sampai sekarang masih berpikir bahwa teman-teman Kalimantan Barat ini sabar-sabar orangnya. Bagaimana tidak? Jalanan darat sebagai akses satu-satunya dari satu kota ke kota lain "Rusaknya Naudzubillah" ini, tidak membuat mereka memprotes pemerintah yang berwenang. Tidak pernah aku dengar ada demo tentang perbaikan jalan disini. Mereka terima saja dengan keadaan jalan ini. Ya aku tidak menyarankan untuk demo, karena demo bukan satu-satunya jalan keluar, hanya saja, orang sini sabar-sabar. "Nerimoan", kalo orang Jawa bilang. Padahal, banyak sekali kerugian yang ditimbulkan dari rusaknya sebuah jalan, apalagi panjangnya jalanan yang rusak adalah sepanjang (kurang lebih) 3 jam perjalanan *berarti melewati beberapa kabupaten/kota* . Can you imagine?!?!? Selama kurang lebih 3 jam kamu harus terhoyak-hoyak di atas jalan yang rusak. If you can't imagine that, aku maklum. Pasti susah membayangkan sesuatu yang tidak pernah kamu rasakan, kecuali kamu pernah merasakannya sendiri T-T . Karena selama aku di Surabaya, tidak pernah aku melewati jalanan lurus yang kerusakannya harus dilewati selama 3 jam.
Salah satu kerugian yang aku rasakan langsung adalah Waktu dan tenaga. Lama perjalanan Sanggau-Pontianak normalnya adalah 3-4 jam (sudah termasuk berhenti untuk istirahat). Karena jalan rusak, lama perjalanan yang dibutuhkan menjadi 6-8 jam. Dan sekitar 3 jam di antaranya adalah melewati jalanan yang rusak. Terombang-ombing di jalan yang harusnya mulus. Dan dalam jangka waktu yang begitu lama di dalam mobil dengan keadaan jalan yang rusak, membuat badan ini rasanya mau rontok. Aku apresiasi semua sopir travel lintas Kalimantan Barat, stamina mereka luar biasa. *tepuk tangan*
For conclusion, I dont know who is the one atau instansi apa yang seharusnya mengurusi tentang jalan (entah itu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah), yang jelas, minim, akses jalan keluar masuk Sanggau ini KUDU segera diperbaiki. This is important. Karena akses transportasi yang baik adalah salah satu faktor pendorong dalam peningkatan kualitas perekonomian dan kualitas hidup bagi masyarakat di sebuah kota. So, this is so URGENT. Siapapun yang berwenang, prioritas utama adalah kepentingan masyarakat Indonesia (Sanggau adalah bagian dari Indonesia). Again, Just do something about this..
With love,
Mrs.Devi Yanuari
@deviyanuari