Minggu, 07 April 2013

Another thought about Sanggau

Kemarin aku dan Iwa makan siang di salah satu restoran di Sanggau. Tepat di pinggir sungai. I just forgot that place's name. The view is fine and the food is almost good too. Bangunannya dibuat ala gubuk-gubuk yang berjejer di pinggir sungai kapuas. Pemandangannya adalah sungai kapuas itu sendiri, boat ataupun perahu yang hilir mudik dan jembatan di atas sungai. Tapi, 1 hal yang sering aku temui di Sanggau adalah masalah pelayanan.For me, in business (or every profession you are) good service is NUMBER ONE!
*Aku sempat beberapa kali perhatikan, kualitas pelayanan disini adalah nomer kesekian. Malah tidak jarang melayani tapi dengan muka seperti "gak butuh". Apa mungkin karena persaingannya juga belum seketat di Jawa ya? #wondering
In the other side, masih ada kok tempat-tempat disini yang pelayanannya bagus :) . Walaupun itu hanya warung kecil. These people really know how important their custmore are.

Lanjuuutt....
Saat aku pertama datang ke restoran yang sudah dibangun apik di pinggir sungai ini, I have a high expectation. Tapi, setelah aku memilih-milih tempat untuk duduk (lesehan), ekspektasiku langsung terjun bebas. Hampir semua tempat kotor dan tidak terawat. Bahkan ada beberapa tempat yang belum di bereskan, jadi masih banyak piring dan gelas kotor di atasnya. Hiks T-T
Ini sayaaaaaang sekaliiiiii... Tempat sebagus itu tidak di maintenance dengan baik. Selain itu, pelayannya juga tidak ada senyumnya sama sekali. Oh God. Just remember this, when your work is to serve your customer, the important thing is never forget to put a smile in your face. Eventhough you have a bad day. It's called professionalism.
Tapi, yang lebih sedih lagi, saat aku bilang tentang pentingnya pelayanan ke Iwa, he just said "Yah..namanya juga Sanggau, hun". Oke, this sentence explain many things. But, I just believe that everything can change.Yah, semacem jadi agen perubahan dari diri sendiri gitu. I said to him, even if everybody in this environment do that, you dont have to do that too. Apalagi Iwa dulu juga ada di bagian pelayanan. You must be loyal to your profession, wherever this country sent you. Even in the hardest road.. *lgsg istighfar*

MAINTENANCE your assets dan profesionalisme dalam melayani itu penting. Di jaman globalisasi sekarang ini, good performance, good serving, itu sudah g bisa di tawar lagi. Wajib lhah hukumnya..

Kalau mau ditarik lebih jauh, bahkan perusahaan-perusahaan besar sekarang, rela mengeluarkan dana cukup besar untuk mentraining karyawannya dalam upaya peningkatan pelayanan. Dan Dirjen Pajak juga melakukan ini. Iwa pernah diikutkan salah satu pelatihannya. Hal ini harus ditiru oleh instansi-instasi pemerintah lainnya. Karena, good service tidak hanya berlaku untuk sektor swasta, tapi juga sektor publik. Urgenitas inilah yang harus di sadari

Sebagai contoh bentuk pelayanan adalah keep smiling eventhough your day feel so hard. Kalau kita perhatian, sudah begitu banyak perusahaan (terutama swasta) yang mengimplementasikannya. Misal, Pizza Hut selalu memuji setiap pilihan menu yang dipilih oleh customernya dengan kata-kata "Pilihan yang Tepat", lengkap dengan senyum lebar dan jempol yang teracung. Bentuk pelayanan seperti ini pasti sudah ada SOP nya. Kalau kita masuk ke alfamart ataupun indomart, seua karyawan disana berteriak "selamat datang!", hahaha :)). Di KFC, jika kasir melayani kita tanpa senyuman, kita tidak harus membayar semua pesanan yang telah kita pesan dan masih banyak contoh lainnya.
Ini membuktikan bahwa, mereka yang concern terhadap kepuasan customer, adalah mereka yang sudah menyadari how important their customer is for their company.



With love,
Mrs.Devi Yanuari
@deviyanuari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar