Tampilkan postingan dengan label Sanggau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sanggau. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 April 2013

Komunitas Muslimah Sanggau - Empowering Community in Sanggau,West Borneo

New Friends insyaallah Faedah for Us and for Society :)

Komunitas Muslimah Sanggau - First Event


Here they are my new community, my new friends "Komunitas Muslimah Sanggau".
At the begining, bu Mayar, introduced me to her friends who want to build a community for moslem in Sanggau. Then, here I am, become one of them. 
In there I share my knowledge about "How to build our community, so that our community become exist and faedah" hohohooo... Alhamdulillah, these people is so open minded and want to move forward. Eventhough Sanggau is a small city, at least we start something that can empowering the citizen in Sanggau.
Yes, one of our goal is being as useful as possible to society.
For example, our first event in Kartini's Day is to encourage women in hijab in Sanggau to be more syar'i when wearing hijab and how beautiful women in hijab is. We share our knowledge, and ofcourse gave them some tutorial hijab.
Not just that, another goal is to build an enterpreneur society, one of the way to do that is giving some training . It can increased their value of life. If only every single person in this city want to learn to be more valuable *in every aspect, enterpreneur or intrapreneur* insyaallah, this city,Sanggau, will be a better place to live.. #believe :)

And Insyaallah, Our next event is about healthiness.
Yes, we want to make a educative event which give bright knowledge about awareness "women healthiness". What's that about??? Just wait and join us next month!!!!

empowering,
mrs.deviyanuari
follow @deviyanuari and @komMuslimah

Minggu, 07 April 2013

Another thought about Sanggau

Kemarin aku dan Iwa makan siang di salah satu restoran di Sanggau. Tepat di pinggir sungai. I just forgot that place's name. The view is fine and the food is almost good too. Bangunannya dibuat ala gubuk-gubuk yang berjejer di pinggir sungai kapuas. Pemandangannya adalah sungai kapuas itu sendiri, boat ataupun perahu yang hilir mudik dan jembatan di atas sungai. Tapi, 1 hal yang sering aku temui di Sanggau adalah masalah pelayanan.For me, in business (or every profession you are) good service is NUMBER ONE!
*Aku sempat beberapa kali perhatikan, kualitas pelayanan disini adalah nomer kesekian. Malah tidak jarang melayani tapi dengan muka seperti "gak butuh". Apa mungkin karena persaingannya juga belum seketat di Jawa ya? #wondering
In the other side, masih ada kok tempat-tempat disini yang pelayanannya bagus :) . Walaupun itu hanya warung kecil. These people really know how important their custmore are.

Lanjuuutt....
Saat aku pertama datang ke restoran yang sudah dibangun apik di pinggir sungai ini, I have a high expectation. Tapi, setelah aku memilih-milih tempat untuk duduk (lesehan), ekspektasiku langsung terjun bebas. Hampir semua tempat kotor dan tidak terawat. Bahkan ada beberapa tempat yang belum di bereskan, jadi masih banyak piring dan gelas kotor di atasnya. Hiks T-T
Ini sayaaaaaang sekaliiiiii... Tempat sebagus itu tidak di maintenance dengan baik. Selain itu, pelayannya juga tidak ada senyumnya sama sekali. Oh God. Just remember this, when your work is to serve your customer, the important thing is never forget to put a smile in your face. Eventhough you have a bad day. It's called professionalism.
Tapi, yang lebih sedih lagi, saat aku bilang tentang pentingnya pelayanan ke Iwa, he just said "Yah..namanya juga Sanggau, hun". Oke, this sentence explain many things. But, I just believe that everything can change.Yah, semacem jadi agen perubahan dari diri sendiri gitu. I said to him, even if everybody in this environment do that, you dont have to do that too. Apalagi Iwa dulu juga ada di bagian pelayanan. You must be loyal to your profession, wherever this country sent you. Even in the hardest road.. *lgsg istighfar*

MAINTENANCE your assets dan profesionalisme dalam melayani itu penting. Di jaman globalisasi sekarang ini, good performance, good serving, itu sudah g bisa di tawar lagi. Wajib lhah hukumnya..

Kalau mau ditarik lebih jauh, bahkan perusahaan-perusahaan besar sekarang, rela mengeluarkan dana cukup besar untuk mentraining karyawannya dalam upaya peningkatan pelayanan. Dan Dirjen Pajak juga melakukan ini. Iwa pernah diikutkan salah satu pelatihannya. Hal ini harus ditiru oleh instansi-instasi pemerintah lainnya. Karena, good service tidak hanya berlaku untuk sektor swasta, tapi juga sektor publik. Urgenitas inilah yang harus di sadari

Sebagai contoh bentuk pelayanan adalah keep smiling eventhough your day feel so hard. Kalau kita perhatian, sudah begitu banyak perusahaan (terutama swasta) yang mengimplementasikannya. Misal, Pizza Hut selalu memuji setiap pilihan menu yang dipilih oleh customernya dengan kata-kata "Pilihan yang Tepat", lengkap dengan senyum lebar dan jempol yang teracung. Bentuk pelayanan seperti ini pasti sudah ada SOP nya. Kalau kita masuk ke alfamart ataupun indomart, seua karyawan disana berteriak "selamat datang!", hahaha :)). Di KFC, jika kasir melayani kita tanpa senyuman, kita tidak harus membayar semua pesanan yang telah kita pesan dan masih banyak contoh lainnya.
Ini membuktikan bahwa, mereka yang concern terhadap kepuasan customer, adalah mereka yang sudah menyadari how important their customer is for their company.



With love,
Mrs.Devi Yanuari
@deviyanuari

Jalan menuju Sanggau, haduh!

This beautiful morning I want to write my opinion about Sanggau, terutama tentang akses jalannya.

Well, the first time I touched down in Sanggau I feel so faaarrrr away from my house.
 The road are rocky. What I'm trying to say is, jalannya rusaknya naudzubillah. How come this people in here never protest to any goverment in here??? Misalnya kepada Bupati yang sedang menjabat atau kepada wakil rakyat yang mengabdi disini.
 I ever asked to Iwa who is the regent in this city. Dan apakah di sini ada DPRD? Karena, keadaan jalan akses masuk Sanggau dari arah pontianak, dan keluar sanggau ke arah Sekadau sangatlah diluar kewajaran. Jalanan rusak parah. Lubang di tengah jalan sudah cocok digunakan untuk membiakkan lele. Begitu besar dan dalam. I mean, ini bukanlah "jalan" yang seharusnya. Mungkin tidak cocok jika disebut dengan  "jalan".
Padahal, kalau aku perhatikan, jalanan ini sangatlah aktif dilewati berbagai kendaraan bermotor. Dai roda 2 sampai roda 4. Dari mobil kecil sampai besar, seperti truk dan bis. Artinya, jalanan ini begitu penting bagi kehidupan masyarakat Kalimantan Barat, terutama untuk berkunjung dari satu kota ke kota lainnya.
Ini menyedihkan. Aku sempat bertanya kepada Iwa, dimanakah kantor DPRD Sanggau. I want to write something about this to them. Gak mungkinlah kalau mereka tidak tahu. Karena ini adalah satu-satunya akses masuk maupun keluar Sanggau. Come on!!! Do something!!! Kalian adalah para pembuat keputusan kan??

I wonder, apakah pendapatan pajak daerah Sanggau ini begitu kecil sampai tidak bisa memperbaiki jalan? If that so, apakah tidak ada jalan lain untuk mengusahakan perbaikan jalan? Such as Giving any proposal to any factory in this city? Aku dengar disini banyak perusahaan kelapa sawit kan? Atau perusahaan di bidang lainnya. Yah.. for their Corporate Social Responbility, they can use this project to take a part. Gak harus 1 perusahaan aja yang membetulkan jalan, bisa dengan bekerja sama, beberapa perusahaan memberi andil dalam perbaikan jalan, misalnya. CSR tidak hanya tentang kegiatan sosial kan, tapi juga tentang lingkungan sekitar. Dan jalanan di Sanggau ini benar-benar perlu di perbaiki. 

I realize that, untuk memperbaiki sebuah jalan bisa mengeluarkan uang yang begitu banyak, menyentuh Milyaran. Tapi, bukankah kita membayar pajak untuk membangun negeri ini?? Dan Sanggau adalah bagian dari negeri ini. Dan sekarang adalah saat yang tepat untuk melihat pajak yang telah dibayarkan oleh wajib pajak ini, "menyentuh" Sanggau. Kan Indonesia tidak hanya Jawa... -____-"

Disini aku melihat kelemahan berada jauh dari pusat pemerintahan. Kurang dapat perhatian. Masalah jalanan yang luar biasa mengkhwatirkan ini saja, sepertinya sudah bertahun-tahun tidak tersentuh pemerintah pusat. Sekarang aku benar-benar merasakan "Perkembangan Perekonomian yang Tidak Merata" hanya dari kasus "Jalanan Rusak". And if you asked me, I can explain apa saja hal yang masih banyak tertinggal disini. Perekenomian yang tidak merata merupakan salah satu penyebabnya.

Oke, kembali ke permasalahan "Jalanan Rusak".
Aku sampai sekarang masih berpikir bahwa teman-teman Kalimantan Barat ini sabar-sabar orangnya. Bagaimana tidak? Jalanan darat sebagai akses satu-satunya dari satu kota ke kota lain "Rusaknya Naudzubillah" ini, tidak membuat mereka memprotes pemerintah yang berwenang. Tidak pernah aku dengar ada demo tentang perbaikan jalan disini. Mereka terima saja dengan keadaan jalan ini. Ya aku tidak menyarankan untuk demo, karena demo bukan satu-satunya jalan keluar, hanya saja, orang sini sabar-sabar. "Nerimoan", kalo orang Jawa bilang. Padahal, banyak sekali kerugian yang ditimbulkan dari rusaknya sebuah jalan, apalagi panjangnya jalanan yang rusak adalah sepanjang (kurang lebih) 3 jam perjalanan *berarti melewati beberapa kabupaten/kota* . Can you imagine?!?!? Selama kurang lebih 3 jam kamu harus terhoyak-hoyak di atas jalan yang rusak. If you can't imagine that, aku maklum. Pasti susah membayangkan sesuatu yang tidak pernah kamu rasakan, kecuali kamu pernah merasakannya sendiri T-T . Karena selama aku di Surabaya, tidak pernah aku melewati jalanan lurus yang kerusakannya harus dilewati selama 3 jam. 

Salah satu kerugian yang aku rasakan langsung adalah Waktu dan tenaga. Lama perjalanan Sanggau-Pontianak normalnya adalah 3-4 jam (sudah termasuk berhenti untuk istirahat). Karena jalan rusak, lama perjalanan yang dibutuhkan menjadi 6-8 jam. Dan sekitar 3 jam di antaranya adalah melewati jalanan yang rusak. Terombang-ombing di jalan yang harusnya mulus. Dan dalam jangka waktu yang begitu lama di dalam mobil dengan keadaan jalan yang rusak, membuat badan ini rasanya mau rontok. Aku apresiasi semua sopir travel lintas Kalimantan Barat, stamina mereka luar biasa. *tepuk tangan*

For conclusion, I dont know who is the one atau instansi apa yang seharusnya mengurusi tentang jalan (entah itu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah), yang jelas, minim, akses jalan keluar masuk Sanggau ini KUDU segera diperbaiki. This is important. Karena akses transportasi yang baik adalah salah satu faktor pendorong dalam peningkatan kualitas perekonomian  dan kualitas hidup bagi masyarakat di sebuah kota. So, this is so URGENT. Siapapun yang berwenang,  prioritas utama adalah kepentingan masyarakat Indonesia (Sanggau adalah bagian dari Indonesia). Again, Just do something about this.. 

With love,
Mrs.Devi Yanuari
@deviyanuari

Senin, 01 April 2013

Tempat Istri adalah di Samping Suami


One thing I've recognized when I'm so far away from my husband in a pretty long time is EMPTYNESS MOMENT. Sepedalaman apapun Sanggau ini, tetap paling aman, nyaman dan bahagia saat aku bisa berada dekat suamiku. Gemerlapnya Surabaya dan betapa komplitnya segala fasilitas maupun tempat hiburan di Surabaya, ternyata tidak bisa menggantikan my trully happiness when my husband close to me. 
This is my new formula that I've found :

ME + My Husband = COMPLETE

ME - My Husband = EMPTY or NULL or { } or ERROR

This is true guys, I'm not joking..
Then I'm thinking about what God wants. You know, about why I'm here. why He's here.
So, I realized that we are where God wants we to be at this very moment.
Every exprience is part of his divine plan.
Maybe it's can explain why I'm so glad be here. beside my husband. In the middle of jungle.
Even a lot of my friends just didn't believe if I can survive without any glamorous thing in Surabaya, I BELIEVE. As long as God with me. And ofcourse as long as my husband beside me, everthing is possible.
This is called positive energy.

Sanggau memang tempatnya Galau, tapi kalau galau ya berdua sama suami, rasanya ga ada apa-apa nya. Tinggal bagaimana aku mencari kesibukan disini. Sekaligus untuk aktualisasi diri. Menjadi aku yang lebih berguna bagi orang banyak. Dan mencoba untuk mentransfer ilmu ku selama berkuliah di UNAIR dari Diploma sampai Sarjana dalam dunia kerja.
Ouuuyeeaaah, I want to get a job! Berkarier!! And ofcourse in Sanggau, the place where my husband exist. hohoho..
Sebenarnya sudah ada beberapa tawaran kerja saat aku di Surabaya, hanya saja, itu di Surabaya brooo.. Aku pertimbangkan dengan gaji yang di tawarkan, hmmmm.. I guess not.
Aku rasa aku bisa dapat dengan jumlah yang tidak jauh berbeda di sini, di Sanggau, di dekat suamiku :) Insyaallah ya :)
Fyi, aku sudah cetak banyak CV dan segala dokumen pendukungnya untuk melamar pekerjaan di Sanggau. Doakan saya ya!!! Bismillah.. Hap!Hap!Hap!!
Untuk perusahaan yang menerima aku mah, g bakal rugi! Udah kreatif, pinter, pekerja keras, loyal pula.. #tsaaaahh #promosi hahahaaaaa... :))

with super energy,
mrs.devi yanuari
@deviyanuari

Back To Sanggau


Hi there!! Here I am back to Sanggau…
1,5 Bulan aku di Surabaya, menyelesaikan segala urusan berkaitan dengan wisuda. Dan saat semua akhirnya selesai, aku kembali lagi ke Sanggau, di sisi suamiku.
Sudah lama sekali aku tidak membuka blog ku dan berbagi cerita. One of the reason is my netbook bought by my husband. And writing blog in my tablet is not enjoyable. Aura penulis dari diriku langsung hilang begitu saja. Hohohooo..
Padahal, begitu banyak yang aku dapat selama di Surabaya, entah itu pengalaman aktivitas ku selama disana sampai dengan pelajaran-pelajaran yang aku dapat. From laughing 'till crying and back to laughing again.. Yeaaahh.. It's called life, right??

I'm the woman who still in progress of actualization. Still searching about what the hell that makes me happy. And still figure out, What I really really want. I'm 24 years young (refuse to write "years OLD" hahahaaa..) and still encourage my knowledge about life, love and laugh. About partnership and friendshiutp. About friends, best friends and family. About How to achieving my dreams
My head always thinking about "What can I do for people who I love?" "rewWhat should I do to make them happy?" What ini dan What itu… What…What..What…

Have you ever stuck in the situation or moment when you have to be someone else? Because, when you totally become "you" the people on that situation will hurt?? Have you ever stuck on that situation? When someone else in your environment wish "something different" with what you really want?? Because, I had And that situation made me hardly to breath, nyeseeeeekk.. You want to talk but can't. You want to cry but your cry never fall out. You just want to be someone who can make that people happy, because you just too love that people. But , its just not enough. And unfortunately, you screw up!

When I'm in Surabaya, so many times I "waste" to think. Yeah, thinking about how the way I survive. How I still can be my own self without hurting people who I love. Even in the process I screw up (asyeeeemm) but, I still learning. Huft… If only……

In the Other Story,, kemaren aku seperjalanan sama Kasi Umum nya Iwa, Pak Hartawan. He's a nice person. Low Profil. Dan suka ngobrol, which is good. Aku suka di ajak berbincang, so I like this Man. One thing that made me surprise is he recognized me!!! hahahaa.. yes, he know me from my blog. He is a new man in KPP Pratama Sanggau - WELCOME TO THE JUNGLE SIR!! ^o^ . Saat SK beliau turun dan beliau tahu akan ditempatkan di Sanggau, beliau langsung searching di internet What Sanggau is. Then, taraaaa, he found my Blog. He said I have a nice blog. And he loves to read it. heheheee.. jadi maluuu #blushing. Fyi, I feel happy when I know my husband have a good and kind boss. Punya atasan yang baik itu sebuah anugrah lho. Sekaligus bisa untuk di contoh, supaya nanti suatu hari Iwa sudah jadi atasan, dia juga akan menjadi atasan yang baik.. Nice trip with a nice guy.. What a day!  :)
*Oya, untuk di garis bawahi dan di cetak tebal, jalanan di Sanggau MASIH rusak dan kerusakannya MASIH unlogic. Lampu MASIH jarang. And the important thing is aku MASIH betah dan bahagia as long as I'm in beside my husband. Period.

Oke, on my next blog I'll write something more interesting yah..
Tulisanku di atas itu hanya kata-kata yang terlalu lama riwa-riwi di kepalaku..
Next blog I'll write something which more faedah ya..

Anyway, the first time I got back to my house in Sanggau, I was Shocked!!!! Rumahku kayak kapal pecah.. T-T Oh, pelajarannya adalah jangan tinggalkan rumahmu sendirian dengan suamimu… T-T *cubit pipi suami*

With love,
Mrs.devi yanuari

Kamis, 15 November 2012

Oh Pizzaaaaa.. :))

bersama abang-abang KPP Pratama Sanggau
Malam hari di Pontianak kita makan di Pizza Hut. Yah, beginilah org pedalaman, tidak akan menyia2kan merasakan kembali ke "peradapan".. hahahaaaa.. kalo bisa, semua tempat makan dan semua film yang sedang tayang di XXI itu di tonton.. :p
So, the first place yang kita mau "habisi" adalah Pizza Hut.. 
It's like a century we are not eat this food.. hahahaaa.. 
Pesanlah kita pizza dengan ukuran paling gede. Plus gag lupa buat menikmati setiap potongan pizza yang masuk ke mulut. 
We can't taste the food like this in Sanggau.. 
SO, enjoy and wish this taste will stay in our tounge for a long time... hahahaaaa.. :))



They're just looks like a brother, aren't they?

Senin, 12 November 2012

Tempat kongkow anak Sanggau


Pinggiran Sungai Kapuas, mungkin merupakan satu-satunya tempat nongkrong anak Sanggau. Sanggau adalah kabupaten/kota yang terletak di Kalimantan Barat. Jarak antara Sanggau-Pontianak (Ibukota Kalbar) kurang lebih 4-6 jam perjalanan darat. Yesss, Sanggau termasuk kota kecil yang dikelilingi oleh hutan dan sungai. Aku sudah tinggal 1 bulan disini, untuk mengikuti suamiku yang ditempatkan disini. Satu hal yang sangat ingin aku protes kepada bupati Sanggau adalah tentang keberadaan LAMPU! Oh GOD!!! Tidak seperti Surabaya (kota kelahiranku) yang 24 jam terang benderang, disini gelap gulita. Jika tidak ada rumah, ya tidak ada lampu jalan. It was scary!! -.-a


anak Sanggau nieee.. hahahaaaaa.. IoI

Oke, forget about it.. Karena kali ini aku ingin membahas tentang tempat Kongkow anak Sanggau. Seperti yang aku katakan di awal tadi, pinggiran sungai kapuas mungkin satu-satunya tempat anak sanggau kongkow sambil menikmati kedamaian sungai kapuas. Di sepanjang pinggiran Sungai Kapuas terdapat tempat duduk beserta meja yang disiapkan oleh pedagang makanan disana untuk para pelanggannya. Tenang kami tidak akan tercebur ke sungai walaupun kami duduk tepat dipinggirnya, karena ada pagar yang mengamankan kami. Tapi sebenernya, yang mengkhawatirkan aku adalah kalo misalnya mendadak keluar buaya segede gaban dari sungai gimanaaaa?!?!? T0T #abaikan

tempat kongkow deket masjid, jadi g jauh-jauh kalo mau sholat :)

Tempat kongkow ini banyak dipenuhi oleh para pemuda-pemudi Sanggau.. hohohooo..



Pagar yang memisahkan antara sungai dengan daratan


Trus, disini kita bisa memesan juga beberapa menu makanan. Jadi, dijamin ga bakal melongo dah. Pemandangan menenangkan dengan perut penuh was great. Menu unggulan disini adalah jagung bakar, sosis bakar, pisang  goreng dengan kriuk, dan pisang goreng cokelat keju.. nyummy!!
But, unfortunately, saat minggu kemarin aku kesana, semua menu itu sedang kosong, alhasil aku mencoba memesat kentang goreng dan Iwa memesan Pempek. Pempek nya lumayan, tapi kentang gorengnya kebacyuuuuttt..!!! Udah mahal, dikiiiittt , rasanya g ada pula, hambarrr.. ampun deh.. -.-a rasanya pengen aku buang aja ke sungai, buat makanan ikan. Porsi segitu, g cocok untuk disuguhkan ke manusia brroooo.. haiiiissshhh >.<
Pempek Sanggau Rp 12.000/porsi

Kentang Goreng (ini mungkin hanya kelihatannya aja lumayan banyak, kalo diliat beneran, mengenaskan -.-a )



Pemandangan yang bisa dilihat selain sungai adalah perahu ataupun boat yang beberapa kali lewat. Selain itu, kita juga bisa lihat orang mandi. hahahaaa.. jangan mikir yang aneh-aneh dulu,, perempuan-perempuan yang mandi disana pada pake sewek kok, hahahaaa..  jadi g mungkin lah nyebur ke sungai dalam keadaan telanjang. Lagipula, mereka kalau menceburkan diri ke sungai hanya untuk bermain.
Mandi sesungguhnya dilakukan di kamar mandi terapung yang dibuat di sungai bagian pinggir. Jadi, penduduk sekitar sungai, kalo mandi ya di situ.. hohohoooo.. 


di seberang sungai ini ada pulau lagi, biasa di kenal dengan nama Pulai Erna
Salah satu perempuan yang sudah tidak canggung mandi di pinggir sungai, di depan para  penikmat pemandangan sungai Kapuas.
kamar mandi terapung di pinggir Sungai Kapuas


Yah, itulah tempat kongkow anak Sanggau. Aku beberapa kali kesana di saat weekend tiba. it such a pleasure. Di Sanggau, kalian tidak akan menemukan mall disini, kalian juga tidak akan menemukan restoran junk food seperti mc.donald, KFC, Hokben dll disini. Kalian juga tidak akan menemukan tempat hiburan seperti tempat karaoke atau semacamnya yang bisa dengan mudah ditemukan di Surabaya. Jadi, menikmati kedamaian dan keindahan alam, adalah satu-satunya pleasure yang dapat disuguhkan di Sanggau, kota dimana aku dan suamiku memulai kehidupan pernikahan kami. Tempat dimana suamiku pertama kali ditempatkan. Sudah 1 bulan aku disini, beradaptasi dengan kehidupan dan lingkungan yang 180 derajat berbeda dengan Surabaya. Disini sepi, sedangkan di Surabaya hiruk pikuk. Surabaya panassss luar biasa, disini Hujan hampir setiap hari datang. Di Surabaya aku dikelilingi oleh keluarga, saudara, sahabat dan teman, disini hanya ada aku dan suamiku.. :)
Satu hal yang aku percaya, kebahagiaan akan aku bangun dimanapun suamiku berada. Di tempat paling terpencil sekalipun, aku dapat membangun kerajaanku dengan suamiku. Insyaallah :)