Kecenderungan org skrg ini adalah tidak ingin terlalu banyak ber opini.
Karena, kecenderungan org lainnya adalah, meng-kontra setiap opini yg timbul.
Jadinya, krn tidak mau disalah-artikan, dan tidak mau ada perdebatan yang tak berujung yang mengakibatkan sakit hati, akhirnya memilih untuk diam.
Lalu hanya share hal-hal yang kemungkinan besar tidak menimbulkan pro dan kontra.
Ya krn sadar tdk semua org bisa menerima perbedaan, Dan sadar, rasanya tidak menyenangkan berhadapan dg org semacam ini..
Akhirnya memilih untuk lbh baik diam..
Dan share yg sekiranya diterima semua org..
Begitu..
Akhirnya, semakin berkurang orang yang berani untuk bersikap kritis karena rasa takut di hajar oleh komentar negatif orang lain.
Lahirlah karakter-karakter yang memilih untuk bungkam dan memendam setiap opini, supaya tidak terjadi friksi.
Bukan belajar untuk menyampaikan setiap opini dengan elegan, tapi memilih untuk menerima apa yang memang sudah diterima oleh kebanyakan orang. Karena itu jauh lebih mudah dan aman.
Karena keinginan untuk menjadi sosok yang disenangi sebanyak-banyaknya orang adalah hal yang mutlak untuk mencapai perasaan "diterima".
Perasaan ingin diterima oleh banyak orang, mungkin sekarang sudah mulai menjadi candu.
Terlihat dari semakin puas nya hati jika semakin banyak follower di akun instagram.
Dan atau semakin banyak yang memberi tanda love di path atau tanda jempol di facebook.
Kebahagiaan karena postingan kita disukai adalah candu yang memabukkan.
Semua menyukainya..
Kamu menyukainya, aku pun demikian.
Jadi, apakah salah?
Hmmmm..
Mungkin salah jika akhirnya dengan memperlihatkan sesuatu hanya untuk disukai, entah itu adalah hal yang benar-benar diri kita, atau bukan.
Yang penting, banyak orang yang suka.
Ketakutan untuk tidak disukai, adalah asal mula dari kepura-puraan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar