Aku sering menemui situasi dimana aku sudah begitu yakin akan persepsi yang aku bangun sendiri, tapi sering kali juga, persepsiku itu langsung dirubah oleh Nya semudah membalikkan telapak tangan. Allah memang luar biasa...
Terkadang, saat situasi berjalan tidak sesuai dengan ucapan ku sebelumnya, ada rasa malu pada diriku, malu pada manusia tentunya. Malu karena terkesan tidak komit terhadap apa yang telah aku katakan.
Sedikit demi sedikit aku mulai menyadari bahwa menjadi begitu kekeuh dengan sebuah persepsi akan sesuatu yang sudah aku buat, tidak selamanya baik. Karena, kehidupan ini berproses. Selalu akan ada faktor lain diluar kita. Sesuatu bisa saja berubah karena Allah telah me-setting nya demikian. Dan sekali lagi, Allah lah yang Maha Membolak-balikkan. Allah yang Maha Memutuskan. Pemikiran kita saat ini, belum tentu menjadi pemikiran kita besok. Dulu aku secara keras hati menganggap ini adalah sikap "plin-plan" yang tidak baik. Iya, kalau setiap hari berubah pikiran g jelas, mungkin itu namanya plin-plan. Tapi, kalau berubah persepsi akan sesuatu karena Allah yang beri petunjuk, kita bisa apa? Masa' mau mengingkari petunjuk-petunjuknya? Bisa susah hidup kita nanti. Allah berusaha kasih jalan kemudahan, kita malah kekeuh dengan jalan yang jauh lebih rumit, ruwet.
Sekarang, aku hanya bisa memperbanyak doa ku kepada Allah, agar Allah beri aku pencerahan. Agar Allah selalu menempatkan aku di posisi terbaik. Insyaallah aku percaya sama Allah. As long as I am not stop to try, as long as I'm not stop to Ikhtiar and istiqomah, Insyaallah I'll find my way. The best way..
Yah, memang segala hal itu harus dikembalikan ke Allah ya. Allah lagi, Allah terus. Allah Allah Allah... Subhanallah.. I feel so small.. kalau sudah begini, g penting lagi malu sama manusia, tapi malu sama Allah. Malu karena sering berpikir dan bertindak sok pintar. Seolah-olah sudah tahu segalanya. Seolah-olah sudah paham banget apa yang terbaik dan apa yang terburuk. Allah lagi, Allah terus. Insyaallah..
Mrs.Devi Yanuari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar