Minggu, 14 Oktober 2012

Saat Aku Sakit..

Beberapa hari ini badanku luar biasa tidak enak. Entahlah, semacam masuk angin, kepala pusing, perut sakit, badan menggigil dan tenggorokan sakit, kompak menghampiriku. Dan komplikasi ini datangnya juga tiba-tiba. Kadang aku bisa sangat sehat, tidak lama kemudian aku bisa sangat sakit. Rasanya tidak kuat lagi untuk beraktifitas. Terkapar di atas kasur berpeluk selimut yang cukup tebal dan memakai kaos kaki tebal. Benar-benar kondisi yang tidak mengenakkan. Aku tidak bisa berbuat apapun seharian. T-T

Selama sakit pake kaos kaki tebel terruuus. >.<


Hal yang membuatku terenyuh adalah perlakuan Iwa, suamiku. Dia begitu khawatir dan menjagaku hampir 24 jam! Iwa buka tipe orang yang kuat tidur sampai malam. Jam 9 malam saja, dia sudah harus bertemu kasur dan tidur. Tidak seperti aku yang lebih suka tidur tengah malam, hampir pagi :p ...
Tapi, karena aku sakit, dia menjagaku sampai tengah malam. Saat jam 4 pagi aku terbangun dan merasa sangat tidak enak dengan badanku, Iwa bangun dan dengan sigap membuatkan aku teh hangat. That's sweet. Walaupun,. setelah dia lari ke dapur untuk membuatkan aku teh, dia segera kembali lagi ke kamar untuk bertanya "Gimana caranya buat teh?".. HAHAHAHAAAA :)) Aku tertawa kencang, walau tidak sekencang biasanya :p *beberapa detik aku lupa akan sakitku saking geli nya :)) *
Kemudian, aku memberinya instruksi, apa saja yang harus dia lakukan untuk membuatkan aku teh hangat. Dia langsung melakukannya, dan hasilnya, dia memberikanku teh yang membuat tenggorokan dan perutku menjadi lebih baik :)
Dia tidak tidur sampai memastikan aku sudah bisa tidur lagi. Dia menjagaku, membetulkan selimutku, seperti tidak akan membiarkan angin sekecil apapun masuk ke tubuhku dan membuatku lebih sakit.

Beberapa hari ini juga kami hanya makan mie atau telur. Karena, aku masih tidak sanggup ke dapur untuk masak. Kena sedikit angin saja, badanku langsung meriang. Jadinya, aku hanya tidur berselimut, minum obat dan berdoa agar aku cepat sehat. Disaat seperti itu, aku menyadari, betapa mahalnya kesehatan itu :'(
Iwa tidak terlalu pandai dalam menggunakan kompor di rumah kami. Namun, dia tetap nekat ke dapur untuk membuatkan sesuatu untukku. Maklum, Iwa tidak kuperbolehkan beli makan diluar, karena terakhir kali Iwa membawakan makanan dari salah satu restoran di sanggau, tidak ada satupun yang aku sentuh. Rasanya aneh. Lidahku tidak cocok dengan selera masakan makanan di Sanggau ini -.-a.. Jadi, Iwa berusaha membuatkan makanan untukku. Dia pernah membuatkanku telur dadar, telur yang dia buat gosong dan  hambar, hahahaaaa :)).. tapi, lagi-lagi, usaha yang dia lakukan untuk menyediakan makanan untuk kami berdua itu, dapat membuat kesehatanku semakin membaik. Mungkin karena melihat ketulusan Iwa, yang sama sekali tidak pernah menyentuh dapur kami, tapi rela melayaniku selama aku sakit.


PS : saat menulis blog ini, alhamdulillah aku sudah sehat. Sudah bisa beraktifitas dan menyiapkan makanan yang lezat untuk suamiku tercinta.. He deserve it! ^.^ Loving you as always!!! :*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar