![]() |
| Dulu aku hanya bisa menyajikan Onibunder untuk suamiku. Hanya itu keahlian kulineri ku.. hehe :p |
Iwa adalah orang yang sangat suka makan. Berbeda denganku yang tidak terlalu suka makan, Iwa sangat suka. Dia bisa makan apa saja dan kapan saja. Itulah kenapa badannya montok dan berat badannya mudah nai, tidak seperti aku yang susah sekali menaikkan berat badan.. hiks.. T-T
Tapi, satu hal yang sama yang berkaitan dengan kuliner, kami sama-sama penyuka acara TV masak, terutama Master Chef. Kami sama-sama tidak bisa masak, tapi kami sama-sama berkhayal bisa menjadi master chef. Dapat menyajikan makanan-makanan yang enak dengan tangan kami sendiri. It's awsome!! houwooooo...
Sejak aku menikah, aku bertekad untuk bisa masak. Aku harus bisa selalu menyajikan makanan enak untuk suamiku. Dari tanganku sendiri. Sampai akhirnya suamiku akan bangga memiliki istri yang pintar masak seperti aku. Hohohooo.. Yah memang sih sekarang banyak wanita yang bilang bahwa perempuan bisa masak itu bukan kewajiban, toh ya laki juga banyak yang udah bisa masak, lagian kata mereka toh ada pembantu.. houwoooo... tapi, entah ya, kalo aku mah, rasanya seneng banget bisa ngeliat suamiku makan masakanku.. dududuuuu.. dan seneng juga kalo suamiku suka sama masakanku.. yeay!! ^.^
Sebelum menikah, aku sudah merencanakan untuk intens belajar memasak. Tapi sayang, dengan seabrek kesibukan dan kewajiban di luar rumah, tidak ada waktu untuk mulai belajar. Sampai akhirnya aku sampai di Rumahku dan Iwa di Sanggau, keterpaksaan untuk bisa memaksa itu pun muncul. Iyessss,, atas dasar terpaksa, akhirnya aku benar-benar belajar masak. Dibantu oleh mamaku, aku di ajari dari mulai berbelanja, mengenali bumbu-bumbu dapur sampai dengan mengolah setiap bahan baku menjadi makanan yang lezat. Dan waaaallllaaaa... sudah 2 minggu aku di sanggau dan aku sudah bisa masak. Setiap makan siang Iwa pulang dan makanan lezat buatanku sendiri sudah menunggu untuk disantap. Obrolan kami selain tentang banyak hal, tapi juga tentang masakanku itu sendiri. Membahasnya seperti yang biasa di bahas di master cher. Over cook lah, kurang "berwarna" lah, Perfect lah, platting nya kah.. hahahaaaa.. itu obrolan yang menyenangkan..
Dan ternyata memasak memang tidak sesulit yang dulu aku bayangkan. Satu hal yang akan selalu aku pegang adalah, tidak akan setitikpun aku menggunakan vetsin/MSG. Dalam jangka panjang tidak baik bagi kesehatan kami. Jadi, ya bermain di bumbu dapur yang ada, bermain dengan gula dan garam untuk menyedapkan rasa nya. Masakanku tetap lezat walaupun tanpa vetsin/MSG lhoo.. Jadi, kalau aku bisa, pasti kalian bisa!!! Yuuukk, mulai hidup sehat tanpa vetsin/MSG (kayak ngiklan yaaaa.. :)) )
Alhamdulillah, sekarang Iwa berbangga karena mempunyai chef pribadi hanya untuknya. Dan syukurlah itu aku, istrinya, bukan orang lain, bukan "rewang".. hohohoooo..
Anyway, sejak bisa memasak, sekarang nafsu makan ku pun meningkat. Yah semoga saja, aku juga bisa seperti Iwa, bohai..hahahaaa :)) supaya tidak terlalu kuruuusss, huhuhuuuu T-T Target ku 3 bulan di Sanggau ini adalah naik 10 kg!!! Yeaaayy!!! Fyi, 2 minggu tinggal di Sanggau, berat badanku sudah naik 3 kg.. yiiihhaaaaa!!!! Semangat Chef Devi!!! #ahahaiiii

Tidak ada komentar:
Posting Komentar