Tahukah kamu betapa sulitnya mendapatkan mutiara dan betapa mudahnya mendapatkan bunga?
Tahukah kamu betapa mahalnya harga mutiara dan betapa murahnya harga bunga?
Mungkin, inilah mengapa aku lebih memilih menjadi mutiara daripada menjadi Bunga..
Bunga
Bunga itu ada di pinggiran jalan, ada di setiap kebun, bisa dengan mudah di beli di toko bunga. Dan harganya relatif murah. Malah, beberapa waktu yang lalu aku ke toko bunga, 1 tangkai mawar segar hanya dihargai Rp 1.000.
Semua orang dapat melihati bunga dimanapun, menyentuhnya, memegangnya dan jika sudah tercabut dari tangkainya, bunga akan cepat layu. Jika sudah layu dan tidak segar lagi, si pemetik bunga pun dapat membuangnya dan mulai mencari kesegaran bunga yang lain.
Mutiara
Mutiara itu di ambil dari dasar laut. Tertutup, terlindung dalam cangkang yang keras, kerang. Saat seseorang ingin menemukannya, butuh effort yang luar biasa. Dia harus menyelam ke dasar laut untuk menemukan kerang mutiara. Membukanya dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan mutiara di dalamnya.
Harga mutiara di pasaran pun sangat mahal. Tidak semua orang dapat membelinya. Mutiara yang indah itu di tempatkan di tempat-tempat terhormat. Di pakai oleh orang-orang kalangan atas dan di jaga dengan baik. Begitu berharganya mutiara itu, setiap orang yang memilikinya akan menjaganya, merawatnya, tidak akan membiarkannya rusak apalagi hilang.
Begitulah aku mengumpakan Bunga dan Mutiara dengan wanita. Ingin menjadi wanita yang seperti bunga atau yang seperti mutiara? Itu baru yang namanya pilihan.. :)
Jadilah wanita yang menutup dirinya (aurat.red) seperti kerang mutiara. Jangan menjadi wanita yang dapat dinikmati keindahannya oleh sembarang orang seperti bunga.. Bunga akan segera layu sesaat setelah di cabut dari akarnya. Mutiara akan selalu indah dan berharga bagi siapapun yang beruntung memilikinya :)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar