Minggu, 07 Oktober 2012

Sirius Black ada di Sanggau

Pemandangan dari atas bukit
Minggu pagi aku dan suamiku, Iwa, bangun lebih pagi untuk menikmati udara segar Sanggau. Kami jalan-jalan sampai ke atas bukit untuk menyegarkan mata, paru-paru sekaligus untuk mengabadikan foto berdua. Karena, seingat ku, kami belum pernah foto berdua sejak menginjakkan kaki di rumah Sanggau. So, aku membawa tripod dan kamera digitalku bersama kami ke atas bukit. Sungguh menyenangkan jalan-jalan pagi bersama suami. Sungguh senang rasa hati ini. Senyuman tidak juga lepas dari wajah kami berdua. Diselingi dengan bercandaan khas kami berdua, kami menghabiskan waktu di atas bukit, menikmati alam, mensyukuri semua karunia Allah, semua rejekinya, jalan yang telah Dia sediakan untuk kami berdua. Kami benar-benar bersyukur atas semua kelancaran dan kemudahan.

Setelah puas memanjakan mata dengan pemandangan dari atas bukit, kami berniat untuk segera pulang dan sarapan. TAPI, anjing hitam sudah ada di balik punggung kami. Iya, di Sanggau ini, banyak sekali warga  yang memelihara anjing. Anjing disini sudah seperti ayam atau kucing, berkeliaran kemana-mana tanpa di beri kalung pengekang di lehernya -.-a Dan, kabar yang aku dengar dari supir travel kami dulu, anjing disini sangat di hargai. Kalau sampai ada yang menabraknya, penggantiannya seharga sapi! hmmmm... *apa kalo ada yang nabrak sapi, penggantiannya bakal seharga anjing ya? :))

Kembali ke anjing hitam di balik punggung kami...
Kami kaget saat melihat anjing itu mulai menggonggong dan mendekat ke arah kami. Oh ya ampun, g kebayang pagi-pagi gini di gigit anjing. Akhirnya, yang tadinya berniat untuk turun, kami memilih untuk naik lebih tinggi ke atas bukit. Sambil tetap berusaha tenang dan saling menenangkan. Saat menoleh ke belakang, anjing itu tetap mengikuti kami, mengendap-endap, ASEEEMMM DEEEKKKK... >.<

Anjing Hitam yang mengingatkanku pada Sirius Black
Selang beberapa saat, kami putuskan untuk melewati si Anjing Hitam, kami tanggung segala resikonya, karena tidak mungkin kami berdiam di atas bukit seharian, menunggu sirius black itu pergi. Jadi, kami jalan pelaaaann-pelaaaan but stay calm and cool, sambil terus berdoa dan tentunya saling menenangkan. Keselnya adalah saat kami melewatinya, dia terus menatap kami sambil terus menggonggong.. grrrrrr... bikin merinding kan?!?!? 

Kami harus memilih untuk melewatinya, karena tidak ada jalan berputar. Tidak ada jalan lain untuk di lalui kecuali jalanan itu. Saat itu begitu mencekam, rasanya kami ingin berteriak meminta tolong kepada siapa saja untuk membawa anjing itu pergi dan menjauh dari kami. Tapi, karena masih pagi dan sepi, terasa begitu konyol kalau kami berteriak seperti gadis manja. hahahaaa.. :))

Aku memegang erat tangan iwa, bukan karena takut tapi lebih karena aku ingin menggeretnya bersamaku, untuk melewati sirius black. Iwa begitu tegang dan sebenarnya lebih memilih untuk menunggu sirius black pergi daripada melewatinya. Namun, walaupun aku juga takut, aku punya keyakinan yang sangat kuat bahwa anjing itu tidak akan menggigit kami. Aku yakin dia hanya akan menggonggong. its called faith.. :p

Dan akhirnya, kami pun berhasil melewatinya. Selepas itu, kami ngomel-ngomel dan membayangkan kami memenjarakan sirius black ke penjara azkaban :))

Setelah itu, kami lanjutkan berfoto, di halaman rumah kami.. Melunturkan semua ketegangan dan mulai menikmati pagi lagiii.. we are enjoying our live :)
Peyyuukkk cuamiiii :*

Di teras rumah


Di halaman rumah



Tidak ada komentar:

Posting Komentar