Here I am, a wife. Some people said that this title is too hard for a woman in my age. That's why, banyak wanita seumuranku bilang, untuk nikah nanti saja. Karena, takut nanti kalau sudah menikah jadi tidak bebas lagi. Takut jika nanti menikah, jadi tidak bisa menggapai cita-cita lagi. Intinya, masih ingin bebas, masih ingin menggapai cita-cita, masih ingin ini dan masih ingin itu.
Aku sempat tergelitik dengan hal ini, karena banyaknya persepsi itu seolah-seolah pernikahan adalah akhir dari kehidupan. Menakutkan sekali ya jadinya -.-a
Seseorang pernah berkata kepadaku, kemungkinan seorang wanita masih takut untuk menikah adalah karena pasangan mereka saat ini tidak cukup meyakinkan untuk di ajak ke jenjang pernikahan. Aku setuju dengan ini. Karena, saat lelaki itu sudah "siap" (Siap disini dapat diartikan secara luas, tidak hanya tentang finansial) sang wanita pun akan merasa siap. Selain itu, mungkin karena pasangan nya saat ini memang bukanlah yang terbaik untuknya. Lhah gimana, masa' partner hidup kita membuat kita tidak bisa menggapai mimpi kita (tapi ya ga tahu lagi kalo ternyata mimpi kita itu memang sebenarnya menurut Allah tidak baik untuk kita). Dan tentang kebebasan. Wanita takut tidak bebas lagi. Nah.. "bebas" seperti apa yang dimaksud ya? bebas g bisa keluar ke sana - ke sini sama teman-teman pria lagi tanpa seijin suami? kalo itu mah, berarti memang si wanita belum punya jiwa istri muslimah. atau bebas g bisa keluar-keluar lagi sama sahabat-sahabat dekat? kalo ini mah, antara sahabat kita yang memang tidak baik menurut pasangan atau kita yang kurang bisa menunjukkan bahwa dengan bergaul dengan sahabat dapat menjadikan kita menjadi pribadi yang lebih berkualitas. Tapi, kalau memang bergaul dengan sahabat-sahabat kita itu tidak menjadikan kualitas diri menjadi lebih baik atau malah menjauhkan kita dari jalan Allah, ya berarti memang kudu instrospeksi nie kita. Intinya, tidak ada kebebasan yang mutlak. Segala sesuatu ada boundary nya. Allah yang atur. Selama ngikutin apa yang sudah di atur sama Allah, insyaallah, kebebasan itu tidak akan hilang oleh sebuah pernikahan :)
So... here I am, a wife of a lovable husband..
Saat aku menikah dengan suamiku, cita-cita ku menjadi lebih BESAR. Kekuatan untuk menggapai cita-cita itupun menjadi lebih kuat. Karena, sekarang ada 2 insan, aku dan suamiku, yang memiliki 1 cita-cita yang sama dengan 2 kekuatan yang menjadi 1. Jadi, jika dulu aku memiliki 1 cita-cita dengan 1 kekuatan, kekuatanku saja, sekarang aku memiliki 1 cita-cita dengan 2 kekuatan besar.
Kebebasan? sekarang aku begitu bebas. Karena sudah ada seorang lelaki, seorang Imam yang bertanggung jawab atas aku. Bukan dosa lagi jika aku bergandengan mesra dengan lelaki pasangan hidupku ini. Pergi kemana-mana berdua dari pagi sampai malam. Berpelukan. Saling mendekatkan pipi kami saat berfoto lalu memasangnya di DP BBM ku. Dia sekarang halal bagiku, begitu pula aku baginya. Jadi kami bebas, bebas menurut aturan Allah, teteeepp.. :))
Masih ingin ini itu juga masih, malah sekarang keinginanku semakin banyak. Hahahahaaaaa.. :)) Dan disetiap keinginanku itu adalah keinginan untuk membaikkan kami berdua. Kualitas kami sebagai manusia di dunia dan akhirat. Insyaallah :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar