Sabtu, 22 Desember 2012

Aku dan Mama

Aku dan mama lahir pada tanggal yang sama, 25 Januari. Mungkin aku adalah kado ulang tahun untuk mamaku saat itu. Mungkin karena kami lahir pada tanggal yang sama, kami memiliki sifat yang hampir sama. Kami juga memiliki ikatan yang cukup kuat. Kalau aku sedang merasakan sesuatu, sering mama juga merasakannya, begitu juga sebaliknya.

Aku ingat mamaku suatu kali menelponku dan menangis. Mama ku sangat merindukanku. Sudah tidak ada lagi gadis kesayangannya yang selalu mencium kedua pipinya saat dia akan pergi ke kampus atau kemanapun. Iya, salah satu rutinitas kesukaanku adalah mencium pipi mamaku. Sering aku menciumi pipi mamaku dalam waktu yang kebih lama dari sekedar kecupan. Dan mamaku selalu tersenyum saat aku melakukannya. Jujur saja hatiku luluh setiap mendengar mamaku merindukanku, tapi aku hanya bisa meminta doanya. Doa supaya suamiku segera ditempatkan di Jawa.

Aku tidak ingin melihat mamaku khawatir akan diriku. Oleh karenanya, aku mencoba menjadi wanita yang kuat di samping suamiku. Sifat manja aku buang jauh-jauh. Karena sekarang aku sedang berjuang bersama suamiku demi masa depan yang gemilang #alah.. Hehe :p

Aku taw aku tidak boleh cengeng. Aku tidak boleh mengeluh. Terlalu banyak yang harus aku syukuri, jadi lebih baik aku berkonsentrasi pada hal-hal yang membaikkan.

Mamaku mulai mengerti bahwa gadis kecilnya sekarang sudah menjadi wanita dewasa. Sekarang, setiap di telpon mamaku tidak pernah lagi menangis. Karena mama ku percaya bahwa sekarang aku berada di tangan yang tepat, suamiku.. :)
Sekarang, mamaku menelponp hanya untuk memastikan bahwa sejauh apapun aku berada, doa mamaku tidak akan pernah diputuskan oleh lautan maupun pegunungan. Insyaallah.. :)

Note : aku sayang mama lebih dari apapun. Semua yang sedang aku lakukan sekarang semata-mata hanya untuk mama. Dan semoga Allah akan selalu menjagaku untuk selu menjadi anak yang berbakti. Insyaallah :')

Tidak ada yang istimewa

Aku ingat dulu pernah membaca salah satu buku ust.Yusuf Mansur. Ada sebuah kalimat yang selalu ku coba ingat. Kalimat yang selalu ku coba ulang-ulang di memoriku setiap semangat dalam beribadahku kendur. Kalimat yang singkat dan sederhana namun begitu dalam maknanya. Dan kalimat itu adalah "Tidak ada yang istimewa bagi dia yang tidak mengistimewakan Allah"
Masyaallah, kata-kata itu adalah tamparan buatku yang memiliki berjuta mimpi. Kenapa? Karena, bagaimana mungkin aku berani bermimpi tapi lupa untuk mengistimewakan-Nya?
Akan menjadi biasa-biasa saja kehidupanku jika ibadahku kepada-Nya juga biasa-biasa saja.
Akan selalu telat nikmatku dari-Nya jika dalam sholat aku selalu menunda.
Akan selalu kurang rejeki ku kalau untuk bersedekah  saja aku tidak pernah.
Tidak ada yang istimewa bagi dia yang tidak mengistimewakan Allah.
Subhanallah..
Semoga aku dan semua yang aku sayangi di dunia ini, akan selalu berlomba-lomba mengistimewakan Allah.
Insyaallah..

Selamat Hari Ibu Mamaaaaaaaa... :*


Devi dan Iwa Sayaaaaaaang mamaaaa... #peluk :*

Ini ceritanya aku dan Iwa ingin sekali memberikan sesuatu untuk mama kami di hari ibu ini. Tapi, karena adanya laut dan pegunungan yang memisahkan, membuat ku dan iwa sulit untuk memberikan sesuatu yang spesial untuk mama mama kami.. :( Alhasil, mulai jumat malam kami sudah berembuk, ingin melakukan apa untuk mama kami. Setelah menimbang banyak opsi, akhirnya kami memutuskan untuk menyanyikan lagu berjudul "Bunda" secara akustik. Sebenarnya, aku bukanlah penyanyi bersuara merdu. Iwa juga bukan pemain gitar profesional. Tapi, kekurangan kami itu tidak menyurutkan kemauan kami untuk mempersembahkan sebuah rekaman lagu untuk mama mama kami. So, kami langsung saja searching lirik lagu "Bunda" karena aku tidak hafal. Dan iwa segera mengambil gitar untuk mencari nada. 
Di jumat malam itu beberapa kali kami latihan, like a real singer who want to sing in a big concert. Untunglah sekitar kami pepohonan, jadi mungkin hanya serangga dan burung-burung yang bertengger disana yang terganggu dengan latihan kami :)) 

Keesokan harinya kami mulai merekam hasil latihan kami. Banyak salah dsana-sini tentunya. Tapi, itu bukan hambatan berarti, kami tetap merekam ulang beberapa kali sampai mendapat rekaman yang masih bisa dibilang lumayan. Hahahaaaa.. :))
 Jam 2 siang aku baru bisa meng-upload nya di youtube, tapi baru jam 7 malam hasil upload selesai T-T Rasanya sedih juga baru bisa mengucapkan selamat hari ibu selarut ini. But overall we satisfied with what we've done.. Our mother feel greatful with this video. Simply yet touchy.. We love you mom.. Selalu doakan kami ya ma, semoga kami bisa berada lebih dekat lagi dengan mama (baca: dapet SK penempatan Surabaya) heheeee.. Peluk dan cium untuk mama mama kamiiii.. :*

Kamis, 20 Desember 2012

The best in life is when you really now and really sure with what you really want. But, nothing is certainty in this world. If only everything is certain,  there's no beat anymore..

So, just enjoy this uncertainty  with full confidence of yourself and Allah.

Rabu, 19 Desember 2012


Aku mencoba untuk menuliskan apa yang ada dalam benakku. Tapi, aku sering terlalu takut untuk menuliskannya. Karena, sering Hal yg kupikirkan, rasakan Dan ketahui bukanlah Hal yang baik untuk ditulis.

Aku sering merasa takut melanggar etika. Takut menyakiti hati beberapa pihak. Aku tahu bahwa dalam menulis atau dalam Hal apapun di dunia ini, akan sangat tidak mungkin untuk dapat memuaskan semua pihak. Pasti akan ada hitam dalam putih, pasti akan ada putih di dalam hitam. Itu sudah seperti hukum tak kasat mata yang berlaku di bumi yang bundar ini.

Pernahkah Kau merasakan ingin sekali menulis pendapatmu tapi kamu terlalu takut menyakiti orang lain akan tulisanmu? Atau merasa bahwa tulisanmu adalah Hal yang luar biasa untuk ditulis tapi seperti pisau bermata Dua yang dapat menyakiti penulisnya.
Menulis sama dengan berbicara. Keduanya, Jika sudah keluar dari wilayah berpikir kita, itu bukanlah lagi sepenuhnya Hak kita. Tapi, sudah merupakan pertanggungjawaban yang harus kita tanggung sampai habis masanya. Jika sudah menyadari Hal ini, masihkah aku berani untuk berbicara dalam lisan maupun tulisan tanpa memikirkannya masak-masak? Masihkan kamu berani?


Baca Insyaallah Menenangkan :)

“Jika AKU menghendaki, cukup Ku berkata “Jadi”, maka jadilah (QS. Yasin ; 82).

 “AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupan nya.” (QS. Al-Baqarah : 286)

 “Hanya dengan mengingatKu hati akan menjadi tenang”. (QS. Ar-Ro’d :28)

”Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasan nya”. (QS. Al-Zalzalah :7)

“Berdoalah (mintalah) kepadaKU, niscaya Aku kabulkan untukmu”. (QS. Al-Mukmin :60)

 “La Tahzan, Innallaha Ma’ana. Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita:. (QS. At-Taubah :40)

“...dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. ( QS.Yusuf : 87)

 "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah : 216)

Membaca beberapa potongan ayat al-qur'an ini membuat hatiku tenang.. Menyadarkanku bahwa aku tidak sendiri. Bahwa ada janji Allah yang aku iman-i . 
Membaca beberapa potongan ayat al-qur'an ini membuat pagi ku menjadi lebih enteng, karena ayat-ayat ini mengingatkanku bahwa aku punya Allah yang Maha Besar..
Insyaallah :)

Black and White Brooch @25rb








SOLD

SOLD

SOLD

SOLD

SOLD

SOLD