Selasa, 25 September 2012

Pamit ke mama mertua

Semalam, jam 00.00 aku memutuskan untuk pindah ke kamar mertua. Selain,karena aq belum terbiasa tidur
sendirian di rumah mertua, juga karena aq ingin tidur dengan mama mertua di malam terakhir sebelum aku berangkat ke kalimantan keesokan paginya.
Jam 7 pagi sebelum mama mertua ku berangkat ke kantor, aku pamit ke mama untuk pulang ke wage. Mengingat masih banyak item yang harus aku packing. Saat aku berpamitan, mama kaget. Aku ingat raut mukanya yang sedih seperti tidak percaya kalau sekarang adalah waktunya aku berpamitan. Aku jadi merasa bersalah karena tidak berpamitan dengan proper kemaren. Sepagi ini aku pamit, mungkin terlalu mendadak. T-T
Itu karena sedari kemarin aku bingung bagaimana caranya berpamitan. Mama mertuakau begitu senang aku ada drumahnya. Huhuuuu..
Saat aq mengantarkannya sampai pintu pagar, mama mencium pipiku. Kemudian tidak berselang lama, mama meminta ijin untuk mencium pipiku lagi. Aku terharu. Benar-benar terharu. Melihat kesedihan di mata mama mertuaku saat tahu akan ku tinggal ke Kalimantan, membuatku tersadar betapa berartinya kehadiranku dan juga iwa di rumah ini. Yah, untuk membuat rumah yang besar ini ramai.
Mama berpesan untuk ku, untuk selalu menghubunginya. Paling tidak seminggu sekali, setiap jumat. Untuk menanyakan kabarnya dan juga untuk menceritakan kabar-kabar menyenangkan selama aku dan iwa berada disana. "jangan beritakan hal-hal yang sedih" katanya. Berbahagialah, itu perintah.
Insyaallah ma, devi sayang mama :'(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar