Minggu, 23 September 2012

Mrs.Bahalwan #2

Saat pertimbangan menjadi masuk akal..

Masih segar diingatan saat keyakinan untuk menikah itu muncul dan langsung aku sampaikan ke Iwa lewat telepon, Iwa begitu senang sekaligus kaget. Karena begitu mendadaknya aku berubah pikiran. hahahaaaa :)) dia kaget, aku juga kaget. Terasa begitu mudahnya Allah membolak-balikkan jalan pikiranku. Yang tadinya aku keyakinanku begitu keras untuk mengejar karier dulu, berubah menjadi keyakinan yang begitu kuat untuk menikah dengan Iwa dan fokus berbisnis. Bisnis dibidang yang aku sukai. Sehingga, bekerja menjadi tidak terasa bekerja, namun lebih terasa sebagai mengerjakan hobby disetiap waktu :))

Segera Iwa menghubungi mamanya untuk segera melamarku. Iwa tidak ingin berlama-lama memanfaatkan moment ini. Yah, mungkin karena Iwa takut aku berubah pikiran lagi :)) . 

Saat Iwa menghubungi orang tuanya, aku pun langsung mengutarakan keinginan kami kepada kedua orang tuaku, yang diterima dengan sangat baik. Ayah dan Mamaku begitu bahagia mendengar kemantaban kami untuk membina biduk rumah tangga. Orang tuaku sudah begitu menyukai Iwa, dan sudah menganggapnya seperti anak sendiri. Sudah tidak ada masalah, kedua keluarga juga sudah saling menyukai, mau tunggu apa lagi? 
Segerakanlah hal baik. Fokuskan pada niatan pernikahan sebagai jalan ibadah, hanya untuk mendapatkan ridho dari Allah.
Pertimbanganku saat itu adalah saat menikah dengan Iwa, itu berarti aku harus menjadi istri seutuhnya, mengabdi kepada suami dan keluarga. Dan keputusan untuk lebih memilih berbisnis sendiri ketimbang bekerja dengan orang lain adalah hal yang masuk akal untuk aku lakukan jika ingin tetap selalu ada untuk suami namun tetap berpenghasilan. Aku bukan tipe wanita yang hanya diam dan menunggu uang dari suami. Karena, terkadang berbisnis bukan hanya sekedar tentang uang, tapi juga tentang kepuasan hati dan aktualisasi diri.

Setelah semua pertimbangan menjadi masuk akal, aku dan iwa menjadi begitu optimis dalam memandang masa depan pernikahan kami. Optimis dalam menjalankan kehidupan setelah akad nikah dilafalkan. Kami percaya, rejeki Allah yang punya. Pernikahan, Allah yang menyuruh. Jadi, jika yang Maha pemberi Rejeki yang menyuruh untuk menjalankan ibadah pernikahan, pasti Allah yang Maha pemberi Rejeki jugalah yang akan membukakan pintu rejekinya. Insyaallah, pernikahan yang di dasari untuk mendapatlkan ridho Allah, akan selalu dimudahkan dan dilancarkan jalannya.. amin ya rabbal alamin..

Dan keluarga Iwa melamarku..

Tepatnya tanggal 25 Agustus, keluarga Iwa datang ke rumahku untuk melamarku. Semua makanan sudah disiapkan. Yah, mamaku dibantu dengan tante dan om menyiapkan berbagai hidangan untuk keluarga Iwa. Cukup heboh persiapannya, karena mamaku ingin memberikan yang terbaik bagi keluarga Iwa. Ingin menyuguhkan makanan-makanan terenak yang bisa dibuat oleh mamaku. :)

Lamaran berjalan lancar dan tanggal pernikahanpun telah ditetapkan. Kami diputuskan akan menikah tanggal 16 September 2012. Kurang lebih 3 minggu dari hari lamaran. Hahahaaaa.. banyak orang yang akan bilang ini gila. Mengapa begitu cepat? itu adalah pertanyaan yang sering dilontarkan kepadaku dari berbagai pihak, baik teman maupun saudara. Dan aku hanya bisa menjawab, "Ini Allah yang atur. Allah yang membuatnya begitu cepat. Insyaallah Allah juga yang akan menjadikannya mudah, walaupun manusia akan melihatnya menjadi hal yang sukar".

Yah, aku tidak bisa menyalahkan mereka yang bertanya-tanya. Karena, biasanya, sebuah pernikahan itu harus direncanakan dan dipikirkan minim 6bulan-1 tahun sebelumnya. Untuk mendapatkan gedung saja, butuh waktu 1 tahun untuk booking. Apalagi jika pernikahan diadakan dibulan baik, pasti banyak yang mengadakan pernikahan juga. Dan kebetulan juga, pernikahanku masih masuk dibulan Syawal, bulan baik untuk menikah. Bagaimana dengan cetak undangan? katering? souvenir? perias? dll??? "kamu gila dev?!?!? ini bukan acara ulang tahun lho ya! this is marriage!" hahahaaa.. itulah kalimat yang begitu sering aku dengar dalam jangka waktu 3 minggu sebelum pernikahanku. Memang gila sih, mengurus pernikahan hanya dalam jangka waktu 3 minggu PLUS aku juga harus mengurus skripsiku, dimana 3 minggu juga adalah waktu sebelum aku sidang skripsi! :))

Dan acara lamaranpun ditutup dengan tukar cincin. Sekarang aku dan Iwa sudah bertunangan.. waktunya update status relationship di Facebook.. hahahaaaa :))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar