Kamis, 27 September 2012

Lari pagi di juanda

Pagi ini aku dan keluargaku bangun pagi-pagi sekali untuk persiapan berangkat ke sanggau,kalimantan barat. Yah, tentu saja untuk mendampingi suamiku yang ditempatkan disana. Keberangkatanku yang pertama ini ditemani oleh kakak ku dan anaknya serta mamaku. Tadinya aku merasa tidak perlulah harus diantarkan sampai dengan Sanggau, tapi, setelah setibanya aku dirumah ku di sanggau, sekejap aku merasa bersyukur mama dan kakakku ada disini, menemaniku.
Jam 04.30, keponakanku, aqilla, sudah selesai mandi dan siap untuk berangkat. Keponakanku ini, walopun masih 17bulan, tapi sangat cerdas. Hari sebelumnya dia sudah diberitahu untuk.bangun pagi untuk bersiap dan terbang ke kalimantan. Dan wallaaaa! Dari jam 4 pagi dia sudah bangun dengan senyum paling manis diwajahnya.
Jam 6 pagi, kami sekeluarga sudah siap. Di antar oleh om ku, kami bergegas menuju juanda. Cukup banyak barang yang kami bawa. Terutama barang-barangku, maklumlah ini kan sama saja dengan pindahan.. Hohohoooo..
Sampai dibandara, sudah menunggu kakek dan nenek aqilla. Yah untuk memberi salam perpisahan. Maklum, mereka akan ditinggal cucu kesayangannya selama 2 minggu.
Abang irfan dan mama mertuaku juga hadir disana, untuk mengantarkan sekaligus memberi.pelukan erat untukku.. #terharu
Kemudiaan, kami -aku, kakakku&mamaku- masuk untuk mengurusi check in. Dan terjadilah drama itu, yang membuatku berlari-lari dan berputar-putar g karuan. Drama ini terjadi karena ternyata aqilla yang masih berumur 17bulan itu harus memiliki tiket "bayi". Aku di arahkan untuk langsung pergi ke kantor maskapai penerbanganku dan meminta tiket itu ke mereka. Jadilah aku berlari menuju kantor tersebut. Sampai dikantor itu, aku disuruh kembali ke bagian penukaran tiket untuk menunjukkan aqilla secara fisik, dan kemudian meminta tanda pesetujuan. So, aku lari lagi ke tempat penukaran tiket untuk menunjukkan aqilla kepada mereka. Setelah mendapat persetujuan, aku kembali lagi ke kantor maskapai untuk mendapatkan tiket bayi. Alamaaak saat dikantor itu, prosesnya entag knp lama banget! Jam 7.15 baru selese padahal pesawatku terbang jam 7.35! 20menit sendiri aku habiskan di kantor itu T-T
Setelah dapat tiket bayi, aku kembali ke tempat penukaran tiket, dan juga lama. Sampai akhirna pesawatku sudah boarding. Nama mama, kakak dan aku sudah terdengar di panggil-panggil sebagai final call.. Arrrrgghh...

Mama mertua, aku, mbak via, aqilla, mas andi dan mamaku..
 Foto by abang irfan
Mama mertua dan aku
Setelah semua urusan di penukaran tiket, kami harus berlari untuk check in di gate 1! Giliiiiiing, paling pojok tuh gate -.-a daaaaaan, akhirnya sampai juga kami di bis, lalu naek pesawat, dan duduk.. LEGA!
Ceritanya, kami lari pagi di bandara sbelum terbang ke kalimantan -.-a

Selasa, 25 September 2012

Pamit ke mama mertua

Semalam, jam 00.00 aku memutuskan untuk pindah ke kamar mertua. Selain,karena aq belum terbiasa tidur
sendirian di rumah mertua, juga karena aq ingin tidur dengan mama mertua di malam terakhir sebelum aku berangkat ke kalimantan keesokan paginya.
Jam 7 pagi sebelum mama mertua ku berangkat ke kantor, aku pamit ke mama untuk pulang ke wage. Mengingat masih banyak item yang harus aku packing. Saat aku berpamitan, mama kaget. Aku ingat raut mukanya yang sedih seperti tidak percaya kalau sekarang adalah waktunya aku berpamitan. Aku jadi merasa bersalah karena tidak berpamitan dengan proper kemaren. Sepagi ini aku pamit, mungkin terlalu mendadak. T-T
Itu karena sedari kemarin aku bingung bagaimana caranya berpamitan. Mama mertuakau begitu senang aku ada drumahnya. Huhuuuu..
Saat aq mengantarkannya sampai pintu pagar, mama mencium pipiku. Kemudian tidak berselang lama, mama meminta ijin untuk mencium pipiku lagi. Aku terharu. Benar-benar terharu. Melihat kesedihan di mata mama mertuaku saat tahu akan ku tinggal ke Kalimantan, membuatku tersadar betapa berartinya kehadiranku dan juga iwa di rumah ini. Yah, untuk membuat rumah yang besar ini ramai.
Mama berpesan untuk ku, untuk selalu menghubunginya. Paling tidak seminggu sekali, setiap jumat. Untuk menanyakan kabarnya dan juga untuk menceritakan kabar-kabar menyenangkan selama aku dan iwa berada disana. "jangan beritakan hal-hal yang sedih" katanya. Berbahagialah, itu perintah.
Insyaallah ma, devi sayang mama :'(

Nasehat Mertuaku #1

Sekarang aku punya mama baru, dia adalah mama dari suamiku Iwa. Dari sah nya aku menjadi istri iwa, sah pula aku memanggil seseorang yang biasa aku sebut dengan tante, "mama". Awalnya begitu sulit, bayangkan, 5 tahun aku memanggilanya "tante", dan sekarang aku harus memanggilnya "mama". Cukup canggung aku memulainya. Tapi, suamiku dan saudara-saudaranya selalu mendorongku, dengan candaan tentunya, untuk memanggilnya "mama". Ini sudah 1 minggu lebih dan aku mulai terbiasa. Walaupun masih sering "terpeleset" lidah ini dengan memanggilnya tante. 

Mama mertuaku ini luar biasa, beliau suka sekali bercerita. Menceritakan banyak hal baik kepadaku. Menceritakan pengalamannya dimasa muda yang penuh dengan warna, menceritakan tentang kisah cintanya dengan suaminya yang begitu menarik sampai menceritakan tentang banyak hal yang selalu dapat diambil pelajaran dan hikmah. Mama mertuaku ini memiliki banyak sekali cerita yang sering membuatku kagum. Rasanya, ingin sekali kisah-kisahnya itu aku tuliskan ke twitter atau facebook sebagai Quote. hahahaaaa :))

Istiqomahnya dalam beribadah membuatku sering merasa malu, karena aku yang masih sehat ini masih sering lupa akan ibadah. Tapi mama mertuaku tidak pernah bosan mengingatkan. Mengingatkannya pun tidak pernah dalam bentuk perintah. tapi beliau selalu berbagi cerita yang didalamnya dapat terdapat nasehat bijak, sebagai pengingat. Pengingat kita sebagai manusia dalam menjalani hidup ini.

Setelah sholat isya tadi, aku dan mama mertua duduk di depan TV sambil bercerita tentang beberapa hal. Ada 1 buah nasehat yang membuatku termenung dan manggut-manggut. Mama mertuaku menasehati ku untuk terus merawat tali silaturahmi. Beliau bilang, dalam sebuah keluarga, tidak semuanya bisa "jadi orang". Pasti lhah ada saudara kita yang hidup kekurangan. Kita harus selalu ingat, untuk selalu membantu saudara kita. Beliau mengumpamakan, Hidup itu seperti meja makan yang besar dan dilimpahi dengan bermacam-macam makanan. diumpamakan juga, Di sekeliling meja itu duduk saudara-saudara kita. Tidak semua saudara kita itu sehat. Ada yang buta sehingga tidak bisa melihat makanan yang ada di depannya. Ada yang cacat sehingga tidak mampu menjangkau makanan tersebut. Tapi, juga ada yang sehat, dimana dia bisa melihat makanan yang ada didepannya dan tubuhnya masih sehat sehingga dengan mudah mengambil makanan yang ada didepannya untuk di taruh di piringnya kemudian dimakannya. Nah, apakah kita mau jadi seseorang yang sehat itu kemudian makan makanan itu sendirian tanpa membaginya? Seharusnya, yang sehat ini menunjukkan tempat makanan kepada si buta dengan mengarahkannya. Membantu si cacat dengan memapahnya ke makanan di depannya.

Aku tertegun mendengar perumpamaan yang dibuat oleh mama mertuaku. Karena, hal ini adalah hal yang baru saja aku dengar. Aku termenung dan meresapinya. "Iya ya, kita harus selalu ingat dengan saudara. Harus saling bantu. Harus saling support. Kita hidup tidak sendiri di dunia ini. Silaturahmi dan berbagi"

di akhir nasehatnya, mama mertuaku sempat bilang, "bershodaqohlah, maka itu akan menjadi amal mu yang tidak akan putus. bershodaqohlah, karena dengannya kamu tidak akan kekurangan, malah rejeki akan semakin melimpah, entah darimana datangnya. Allah yang balas"

Amin :) Insyaallah Devi selalu ingat ya ma :)

Senin, 24 September 2012

Mrs.Bahalwan #4


Begitu banyak drama..

menjelang pernikahanku, ada dua hal besar yang harus aku pikirkan, yaitu pernikahanku itu sendiri dan skripsiku. 

Let me start to my wedding...

Sebelum menikah, hal penting yang harus diselesaikan adalah :
  1. Gedung
  2. Perias
  3. Katering
  4. Foto&Video
  5. Undangan
  6. Souvenir
Dimulai dengan gedung..
Aku dan Iwa melakukan observasi kebeberapa tempat. Bayangkan, gedung yang biasanya minim 6 bulan - 1 tahun untuk reservasi, kami hanya punya waktu 1 minggu! hahahaaa.. sounds impossible, but we just believe in Allah. Tidak ada yang mustahil bagi Nya. Jadi, kami istiqomah, ikhtiar. Akhirnya, kami dapat Restoran Taman Sari Indah, itupun atas rekomendasi dan bantuan dari budeku, bude nani, yang beberapa bulan lalu telah melakukan resepsi pernikahan anaknya yang kedua disana. 
Tepat di tanggal dan jam yang kami inginkan, Taman Sari bisa kami reservasi. Manajer Taman Sari, Pak Rori, sampai kaget dan geleng-geleng kepala. Karena, baru kali ini ada yang reservasi gedung untuk pernikahan dalam jangka waktu kurang dari 3 minggu. Apalagi, sekarang sedang bulan syawal, dimana banyak sekali diadakan pernikahan. Yah, aku dan Iwa hanya bisa bersyukur dan mempercayai bahwa kemudahan ini adalah jalan Allah, kehendak Allah.
Hal yang juga patut kami syukuri adalah, karena kami reservasi tempat di restoran, kami tidak perlu lagi bingung mencari katering. Makanan sudah dari Taman Sari. Dan alhamdulillah saat diadakan test makanan, semua ENAK dan cocok dilidah kami. Tidak hanya itu, electone beserta penyanyinya, Quade beserta semua hiasannya, proyektor dan semua detail gedung telah disediakan oleh Taman Sari. Sekali lagi, aku hanya bisa bersyukur sekaligus takjub dengan segala kemudahan yang Allah berikan.

- Gedung&Katering : DONE! -

Perias..

Alhamdulillah aku punya bude yang memiliki usaha rias. Jadi, tidak perlu lagi aku bingung tentang rias beserta pakaiannya. Bude ku ini sudah belasan tahun malang melintang di dunia rias. Namanya cukup dikenal di Surabaya. Job juga sudah sampai luar kota dan luar pulau. Apalagi dibulan syawal seperti ini. Tapi yah kembali aku harus bersyukur, tepat ditanggal 16 september budeku sedang kosong, padahal beberapa hari sebelumnya ada job di Solo. Ini Allah yang memudahkan, lagi :) 

-Perias : DONE!-

Foto&Video..

Foto dan video ini tadinya aku meminta bantuan Caraka, sahabat baik Iwa yang juga adalah seorang fotografer. Tapi, karena sekarang ida bekerja di Jakarta, rasanya tidak mungkin memakai keahlian caraka dalam bidang fotografi di acara pernikahanku. Jadi, aku meminta bantuan Caraka untuk mencarikan temannya dalam bidang foto yang bisa membantuku. Dan akhirnya aku dipertemukan dengan Mas Sampang, kakak kelasku di SMAN 16. Aku percaya saja dengan rekomendasi Caraka, karena Caraka tidak mungkin asal dalam memberi rekomendasi. Akhirnya aku deal dengan mas Sampang untuk masalah foto&video. Foto dan Video untuk saat ini belum selesai, sudah tidak sabar rasanya melihat hasilnya. Semoga baguuuusss.. ^.^ dan yang paling penting, semoga aku dapat terlihat cantik di foto dan video itu.. hahahaaa :))

-Foto&Video : DONE! -

Undangan dan Souvenir..

hahahaaaa.. Believe it or not, aku membuat sendiri Undangan dan Souvenir ku!!! hahahaaa :))
Pemicunya adalah, tidak ada satu percetakanpun yang mampu membuat undangan dalam jangka waktu kurang dari 1 minggu. Begitu juga dengan souvenir, tidak ada yang berani menjanjikan souvenir dapat selesai tepat waktu -.-a

Akhirnya, aku putuskan untuk membuat semuanya sendiri. Tentu saja, untuk tenaga aku dibantu oleh kakakku, mamaku dan ayahku. Sebelumnya aku hunting kertas, hunting bahan baku untuk hiasan dan hunting material-material lainnya, sendiri. Akhirnya aku jadi tahu segala jenis kertas dan dimana mendapatkannya. Aku juga jadi lebih pandai dalam hal desain. Yah beginilah, kreativitas dapat muncul karena adanya keterpaksaan.. Nanti akan aku bagi foto hasil undangan dan souvenir buatanku yaaa :) karena kejadian ini, aku jadi tertarik untuk berbisnis wedding invitation and souvenir, serius ^.^


Undangan Pernikahanku, buatanku sendiri :)

-Undangan dan Souvenir : DONE! -

Then, the BIGGEST drama in my days is SCRIPT!!!

3 minggu full aku jungkir balik menyelesaikan skripsi. Karena, aku HARUS LULUS sebelum tanggal 29 September, atau aku harus membayar SPP untuk semester depan. huhuuuu.. Bolak-balik aku ke dosen untuk mendapatkan persetujuan maju sidang. Bolak-balik aku ke kampus untuk memenuhi semua persyaratan maju sidang. Sampai akhirnyaaaa, di aku terdaftar sidang dan dapat maju sidang tanggal 12 September. Senangnya rasa hati ini. Tapi, kesenangan itu tidak bisa berdiam lama, karena setelah itu aku harus menyiapkan diri untuk presentasi sidang. Apalagi, di UNAIR aku harus menghadapi 2x sidang, yaitu sidang skripsi itu sendiri dan sidang komprehensive. Sidang komprehensive adalah sidang yang berisi tentang pertanyaan-pertanyaan semua materi yang pernah kita pelajari selama perkuliahan. So, selalin menyiapkan pernikaha, menyiapkan presentasi sidang skripsi, aku juga harus membuka buku lagi untuk mempelajari materi-materi terdahulu. huhuhuuuu...
Begitu sibuk dan penuhnya hariku, sudah tidak ada lagi ceritanya "deg-deg-an sebelum pernikahan".. Setelah aku ingat-ingat, aku tidak ada rasa deg-deg an sama sekali dalam menghadapi pernikahanku, mungkin juga karena sampai H-1 pun, aku masih bolak-balik kampus dan rumah dosen untuk mengurus revisian dan validasi ijazah -.-a

Sekarang saat semua sudah terlewati, rasanya aku begitu takjub. Takjub karena aku mampu melewatinya. Segala tekanan dan "drama". Oh ya Allah, memang Allah Maha Besar... Kalau disuruh mengulang kejadian sebelum menikah, dengan tegas aku akan bilang, "NO,THANK YOU!" hahahaaaa :))

Minggu, 23 September 2012

Mrs.Bahalwan #3

Aku anggap semester ini adalah pujian dari Allah. Pujian karena begitu mempercayaiku, aku, untuk dapat melewatinya dengan sukses. Bagaimana tidak, di semester ini begitu banyak hal yang harus aku penuhi, begitu banyak hal yang terjadi yang ternyata mampu aku hadapi, dan aku bersyukur atas itu. Perjalanan yang harus aku lalui sebelum aku menjadi nyonya Ikhwanurdien Bahalwan..


Semester yang PENUH

Semester ini dibuka dengan perjuanganku menyelesaikan Laporan KKN. KKN yang saat liburan akhir semester sudah kujalankan di KPP Sidoarjo Selatan. 1 bulan penuh yang luar biasa (mungkin aku akan membuat kisahnya di blog tersendiri,nanti). Let me break down what I have done in this crowded semester.. ahahaaaiiii... 
  1. Menyelesaikan laporan KKN.
  2. Memasuki semester 4 dengan impian memiliki IP 4!! 
  3. Menghadapi Skripsi
  4. Menjadi Marketing dan Komunikasi di Hijabee Surabaya (Hal yang luar biasa, harus dibuat blog tersendiri juga :)) )
  5. Menjalankan bisnis DYGI yang sekarang sudah berganti nama menjadi Mrs.Devi Yanuari (banyak yang bilang, nama ku sendiri lebih "menjual"..hoho)
  6. Mendadak, menjalankan bisnis kuliner, yang secara mengejutkan mendapatkan apresiasi yang luar biasa. Kunamakan bisnis itu dengan "Bunda Aqilla"
  7. MENIKAH!
  8. adakah yang terlewaaaatt..?? hmmm.. Let me see..
KKN aku laksanakan di KPP Sidoarjo Selatan. Disanalah aku magang dan bertemu dengan teman-teman baru yang begitu baik dan sangat welcome dengan kehadiranku. Terang saja, dalam waktu singkat aku sudah begitu betah berada di kantor. Apalagi aku diberi pekerjaan yang membuatku merasa "berharga". hehe :p bertugas untuk melayani WP untuk mendapatkan NPWP. Simple, but "something". Selain itu kegiatan selingan seperti makan dan karoke bersama teman-teman kantor. Berasa jadi pegawai beneran lhah, padahal hanya anak magang. hahahaaa.. :)) Di awal semester, aku berjuang untuk mendapatkan tanda tangan dari kepala seksi dan tanda tangan dari dosen pembimbingku. Tidak jarang aku harus bolak-balik KPP Sidaorjo Selatan - UNAIR. Aku bersyukur aku akhirnya bisa naik sepeda motor sendiri. Karena, paling tidak aku tidak perlu merepotkan orang lain untuk mengantar jemputku. Aku jadi lebih mandiri dan jika harus berputar-putar, aku tidak perlu sungkan dengan siapapun.

Sambil menyelesaikan laporan KKN, aku memulai perkuliahan dengan semangat 45! Karena, ada 1 impian yang aku inginkan sejak kuliah di D3 Akuntansi UNAIR sampai sekarang di S1 Akuntansi UNAIR, yang sampai sekarang belum terwujud adalah MERASAKAN MEMILIKI IP 4!! Hahaaaa.. yah, walopun menurut beberapa pihak itu konyol, aku tetap menginginkannya dan berusaha untuk mendapatkannya.

Beberapa orang yang aku kenal menganggap bahwa hal yang aku kejar itu konyol, karena menurut mereka "memang dengan mendapat IP 4, langsung terjamin kamu bakal dapat pekerjaan yang enak?!?!" ; "memang dengan mendapat IP 4, naek bemo langsung gratis?!?!?" (entah kenapa ada yang komentar begini.. hahaha :)) ) ; "memang dengan IP 4, kamu bisa dapat suami tajir?!?!?" (Ini juga rada aneh :)) ).
Yaaaaahh.. memang sih, sudah banyak bukti bahwa tidak semua yang mendapat IP tinggi di bangku kuliah lalu kemudian sukses. Karena kesuksesan in the real life itu tidak bergantung dari berapa IP kita. Tapi banyak faktor lainnya. Tidak jarang, orang yang bahkan tidak sekolah sekalipun, sekarang menjadi konglomerat!!

Tapiiii, biarkanlah aku memiliki impian kecil itu. Paling tidak, anggap saja aku adalah orang yang menginginkan yang terbaik disegala "level" kehidupanku. Sekarang aku sedang berada di level perkuliahan, yah aku berpikir, untuk level kuliah, ya IP adalah alat pengukur keberhasilan kita. Jadi, karena aku belum bisa memberikan harta kepada orang tuaku, anggap, untuk saat ini,aku ingin menghadiahi IP 4. Itu saja, g muluk-muluk.  Dan tenang, aku juga percaya kok kalau IP bukan segalanya. Kalau IP tidak menentukan kesuksesan seseorang after they graduated. So, kalem aja ya broooo.. Minta doanya aja :)

Selain KKN dan Perkuliahan, aku juga mulai menghadapi "nikmatnya" menghadapi skripsi. Mulai dari memilih judul, menggantinya, memilih lagi, menggantinya lagi (entah sampai berapa kali). Berhadapan dengan dosen pembimbing, menghadapi banyak jurnal untuk dibaca, ke ruang baca, ke perpustakaan, melakukan penelitian, observasi, wawancara, Focus Group Discussion, menulis, menganalisa, menulis lagi, bertemu dosen lagi, berdiskusi, mencari pendapat, membaca jurnal lagi... Oooohh.. semuanya dilakukan terus, berulang-ulang selama 1 semester penuh! Karena targetku, aku selesaikan skripsi dalam 1 semester dan segera lulus dari sini!!! ndang mari ndang wesssss..

Lalu, mendadak mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari hijabee surabaya sebagai komite. melihat banyaknya kesibukanku ternyata tidak membuatku menolak kesempatan ini. Aku melihat banyak hal baik yang bisa aku dapat dari komunitas ini. Sayang sekali jika harus aku tolak, dan yes! Finally i'm become one of the committee hijabee surabaya. Dan tidak lama setelah itu, aku diberi wewenang untuk memegang acara besar, menjadi ketua dari even "Hijabee Talented Muslimah".. semakin bertambahlah kewajiban ku, dan aku memutuskan untuk terus maju.

Sambil tetap menjalankan bisnis aksesorisku, aku dan kakakku membuat sebuah bisnis kuliner baru dengan nama "Bunda Aqilla'. Bisnis awalnya adalah Nugget Sehat Bunda Aqilla yang berbahan dasar sayur, tanpa vetsin tanpa pengawet. Cukup mengagetkan karena bisnis kuliner yang kami jalankan ini mendapatkan respon yang luar biasa. Pemesanan di hari pertama launching langsung meroket. Minggu pertama kami langsung diliput olek Arek TV (TV Lokal), disusul dengan Surya (diceritakan dalam 2 edisi berturut-turut), diliput oleh SBO TV (ditayangkan 1 jam penuh dalam acara "Women" ), dan  di undang sebagai pembicara di radio bisnis. Big achievement untuk kami yang baru saja terjun ke dunia kuliner. Alhamdulillah sampai sekarang bisnis semakin berkembang. :)

Dan yang terakhir adalah PERNIKAHANKU! yang hanya disiapkan dalam 3 minggu. yang dalam 3 minggu itu juga aku menyiapkan skripsi sekaligus sidang skripsi dan sidang komprehensif ku. HECTIC!

  1. Laporan KKN ku akhirnya selesai dengan nilai A dan pujian yang membuatku terenyuh dari dosenku.
  2. IP ku semester terakhir ini adalah 4!! benar-benar 4! it was amazing!! mengingat segala kesibukanku.. sujud syukur :)
  3. Sidangku berjalan lancar (dengan beberapa revisi tentunya.. :)) ), alhamdulillah tanggal 12 September 2012 aku dinyatakan lulus dengan nilai AB. Dan saat pengumuman itu, Iwa yang saat itu masih calon suamiku, terbang dari kalimantan ke surabaya, langsung ke kampusku, ke ruang sisdsangku, untuk ikut menyaksikan :) that's sweet..
  4. Begitu banyak kesempatan yang aku dapat setelah menjadi komite hijabee. Acara "Hijabee Talented Muslimah" yang aku ketuai juga berakhir dengan baik :)
  5. Bisnis DYGI terbengkalai.. Karena konsentrasiku terfokus pada bisnis kuliner. T-T
  6. "Bunda Aqilla" sampai sekarang masih berjalan dengan baik. Aku optimis dengan kedua bisnisku ini. Yang pastinya nantinya akan aku kembangkan dengan lebih serius. Karena sekarang aku sudah lulus kuliah, jadi bisa 100% ke bisnis :)
  7. Pernikahanku berjalan lancarrrr.. lihat Mrs.Bahalwan #4 untuk tahu apa saja drama yang terjadi sebelum pernikahan :))

Mrs.Bahalwan #2

Saat pertimbangan menjadi masuk akal..

Masih segar diingatan saat keyakinan untuk menikah itu muncul dan langsung aku sampaikan ke Iwa lewat telepon, Iwa begitu senang sekaligus kaget. Karena begitu mendadaknya aku berubah pikiran. hahahaaaa :)) dia kaget, aku juga kaget. Terasa begitu mudahnya Allah membolak-balikkan jalan pikiranku. Yang tadinya aku keyakinanku begitu keras untuk mengejar karier dulu, berubah menjadi keyakinan yang begitu kuat untuk menikah dengan Iwa dan fokus berbisnis. Bisnis dibidang yang aku sukai. Sehingga, bekerja menjadi tidak terasa bekerja, namun lebih terasa sebagai mengerjakan hobby disetiap waktu :))

Segera Iwa menghubungi mamanya untuk segera melamarku. Iwa tidak ingin berlama-lama memanfaatkan moment ini. Yah, mungkin karena Iwa takut aku berubah pikiran lagi :)) . 

Saat Iwa menghubungi orang tuanya, aku pun langsung mengutarakan keinginan kami kepada kedua orang tuaku, yang diterima dengan sangat baik. Ayah dan Mamaku begitu bahagia mendengar kemantaban kami untuk membina biduk rumah tangga. Orang tuaku sudah begitu menyukai Iwa, dan sudah menganggapnya seperti anak sendiri. Sudah tidak ada masalah, kedua keluarga juga sudah saling menyukai, mau tunggu apa lagi? 
Segerakanlah hal baik. Fokuskan pada niatan pernikahan sebagai jalan ibadah, hanya untuk mendapatkan ridho dari Allah.
Pertimbanganku saat itu adalah saat menikah dengan Iwa, itu berarti aku harus menjadi istri seutuhnya, mengabdi kepada suami dan keluarga. Dan keputusan untuk lebih memilih berbisnis sendiri ketimbang bekerja dengan orang lain adalah hal yang masuk akal untuk aku lakukan jika ingin tetap selalu ada untuk suami namun tetap berpenghasilan. Aku bukan tipe wanita yang hanya diam dan menunggu uang dari suami. Karena, terkadang berbisnis bukan hanya sekedar tentang uang, tapi juga tentang kepuasan hati dan aktualisasi diri.

Setelah semua pertimbangan menjadi masuk akal, aku dan iwa menjadi begitu optimis dalam memandang masa depan pernikahan kami. Optimis dalam menjalankan kehidupan setelah akad nikah dilafalkan. Kami percaya, rejeki Allah yang punya. Pernikahan, Allah yang menyuruh. Jadi, jika yang Maha pemberi Rejeki yang menyuruh untuk menjalankan ibadah pernikahan, pasti Allah yang Maha pemberi Rejeki jugalah yang akan membukakan pintu rejekinya. Insyaallah, pernikahan yang di dasari untuk mendapatlkan ridho Allah, akan selalu dimudahkan dan dilancarkan jalannya.. amin ya rabbal alamin..

Dan keluarga Iwa melamarku..

Tepatnya tanggal 25 Agustus, keluarga Iwa datang ke rumahku untuk melamarku. Semua makanan sudah disiapkan. Yah, mamaku dibantu dengan tante dan om menyiapkan berbagai hidangan untuk keluarga Iwa. Cukup heboh persiapannya, karena mamaku ingin memberikan yang terbaik bagi keluarga Iwa. Ingin menyuguhkan makanan-makanan terenak yang bisa dibuat oleh mamaku. :)

Lamaran berjalan lancar dan tanggal pernikahanpun telah ditetapkan. Kami diputuskan akan menikah tanggal 16 September 2012. Kurang lebih 3 minggu dari hari lamaran. Hahahaaaa.. banyak orang yang akan bilang ini gila. Mengapa begitu cepat? itu adalah pertanyaan yang sering dilontarkan kepadaku dari berbagai pihak, baik teman maupun saudara. Dan aku hanya bisa menjawab, "Ini Allah yang atur. Allah yang membuatnya begitu cepat. Insyaallah Allah juga yang akan menjadikannya mudah, walaupun manusia akan melihatnya menjadi hal yang sukar".

Yah, aku tidak bisa menyalahkan mereka yang bertanya-tanya. Karena, biasanya, sebuah pernikahan itu harus direncanakan dan dipikirkan minim 6bulan-1 tahun sebelumnya. Untuk mendapatkan gedung saja, butuh waktu 1 tahun untuk booking. Apalagi jika pernikahan diadakan dibulan baik, pasti banyak yang mengadakan pernikahan juga. Dan kebetulan juga, pernikahanku masih masuk dibulan Syawal, bulan baik untuk menikah. Bagaimana dengan cetak undangan? katering? souvenir? perias? dll??? "kamu gila dev?!?!? ini bukan acara ulang tahun lho ya! this is marriage!" hahahaaa.. itulah kalimat yang begitu sering aku dengar dalam jangka waktu 3 minggu sebelum pernikahanku. Memang gila sih, mengurus pernikahan hanya dalam jangka waktu 3 minggu PLUS aku juga harus mengurus skripsiku, dimana 3 minggu juga adalah waktu sebelum aku sidang skripsi! :))

Dan acara lamaranpun ditutup dengan tukar cincin. Sekarang aku dan Iwa sudah bertunangan.. waktunya update status relationship di Facebook.. hahahaaaa :))

Mrs.Bahalwan #1

Namaku Devi Yanuari, umur 23 tahun, baru saja menikah dengan kekasihku Ikhwanurdien Bahalwan. Jadilah saya sekarang seorang nyonya. Semua terasa seperti mimpi, di umurku yang masih tergolong muda ini sekarang telah berkeluarga. Begitu berani untuk mengambil langkah besar, sebuah pernikahan. Sebuah komitmen seumur hidup.
Kami menikah tepatnya tanggal 16 September 2012 kemarin. Jam 8 pagi akad dilanjutkan dengan resepsi jam10.30-12.30. Acara kami cukup sederhana, mengundang hanya "inner circle", saudara, sahabat, teman-teman terdekat dan mereka yang pernah singgah sekaligus memberikan kesan positif dalam hidup kami. 

Awal mula, begitu banyak pertimbangan..


Segala sesuatu berjalan begitu cepat, dimulai dari keputusanku untuk menerima pinangan kekasihku, Iwa. Sebenarnya, Iwa sudah memintaku untuk menjadi pendamping hidupnya, cukup lama, sejak awal tahun 2012. Tapi, kemantapan hati belum juga datang. Hambatan terbesar yang kurasakan adalah adanya keinginan dari diriku untuk bekerja dahulu. Karena, menurutku, aku sudah kuliah begitu tinggi, jika "akhirnya" hanya jadi ibu rumah tangga, alangkah sayangnya. Belum lagi, masih banyak cita-cita yang ingin ku raih. Apalagi saat melihat beberapa teman telah lebih dulu memulai kehidupan berkarirnya, rasanya begitu ingin aku seperti mereka, berkarier.

Saat itu aku berpikir bahwa, jika aku harus menikah dengan iwa sekarang, akan begitu banyak hal dan kesempatan yang aku hilangkan. Karena, saat aku menikah dengan Iwa, pastinya aku harus mengikutinya kemana saja. Iwa yang notabene adalah PNS DJP, dimana dia harus patuh terhadap negara, yaitu mau untuk ditempatkan dimana saja, membuat aku harus meninggalkan Surabaya. Apalagi, penempatan Iwa yang pertama adalah di Kab.Sanggau Kalimantan Barat. Kab.Sanggau jaraknya 4 jam dari ibu kota Pontianak. Bisa dibilang pelosok, tampatnya sepi dan jauh dari "peradapan". Yah, arti peradapan disini adalah jauh dari mall, supermarket, bioskop dll. Bahkan, indomart saja tidak ada dsana -.-a Fast food, apalagi?!?!? >.< hahahaaaa..

Sedangkan, di Surabaya, sudah begitu banyak yang aku bangun. Begitu banyak link yang sudah aku bangun. Begitu banyak organisasi yang aku ikuti. Dari Duta Anti Narkoba, Paguyuban Can dan Ning Surabaya, Putri Indonesia Jawa Timur dan yang terbaru sekaligus yang terberat untuk aku tinggalkan adalah Hijabee Surabaya. Sebuah komunitas wanita berhijab yang paling produktif di Surabaya, dimana aku adalah salah satu komitenya, dengan posisi sebagai "Marketing dan Komunikasi". Ini berat, karena baru saja aku mengepakkan sayapku disini. Bertemu dengan wanita-wanita luar biasa. Mendapatkan kesempatan-kesempatan baru yang luar biasa. Bagus untuk aku secara pribadi, bagus untuk bisnisku dan bagus untuk karir ku kedepannya. This is not easy...

Allah membuka mata hatiku...

Namun, mendadak semuanya berubah saat ramadhan tiba, segala pertimbangan itu dapat kupatahkan dengan mudah. Hatiku begitu mantab untuk memilih menikah dengan kekasihku Iwa. Keinginan untuk lebih memilih hidup bersamanya begitu besar. Perasaan untuk ingin selalu bersama begitu kuat.  Saat itu aku berpikir bahwa aku telah memutuskan siapakah lelaki yang akan menjadi pendamping hidupku, dia Ikhwanurdien Bahalwan. Disini sudah sangat jelas, jika aku ingin menikah dengannya, aku harus mengikutinya kemanapun dia ditempatkan oleh negara. Jadi, tidak mungkin aku bisa mempunyai pekerjaan tetap. Jika aku memaksa untuk bekerja kemudian 2 tahun kemudian Iwa dipindahkan, maka aku harus keluar dari pekerjaan itu dan mencari pekerjaan baru ditempat baru, begitu seterusnya. Padahal, secara logika, jika ingin mengejar karir, waktu 1-2 tahun tidaklah cukup. Lagipula, saat aku 2 tahun bekerja lalu kemudian harus meninggalkannya karena mengikuti suami, apakah aku sanggup? Padahal karier sudah terlanjur di bangun, kemudian ditinggalkan begitu saja?!?! ya sayang sekali, itu artinya aku hanya buang-buang waktu.

Daripada aku buang-buang waktu untuk bekerja di orang lain, akan lebih baik aku memilih untuk membangun bisnisku sendiri. Dimana kontrol ada ditanganku. Dan bisnisku dapat tetap aku jalankan walaupun posisiku berada jauh dari pusat bisnisku. Lagipula, dengan berbisnis aku masih dapat mengurus suamu dan keluargaku. Mengingat pengalamanku dalam berbisnis, saat ini aku putuskan untuk benar-benar berfokus dan berkonsentrasi pada bisnis. Jadi, keinginan untuk bekerja untuk orang lain aku ganti dengan keinginan untuk membuka lapangan kerja untuk orang lain, sebesar-besarnya.

Kemudian, aku menelpon kekasihku, dan mengatakan "Iya, aku ingin segera menikah denganmu..."