Selasa, 04 Februari 2014

God's Will

As much as you want to plan your life, it has a way of surprising you with unexpected things that will make you happier than you originally planned. That's what you call GOD's WILL.
In the easiest words, manusia bisa berencana tapi Allah yang menentukan.
Subhanallah, I really believe on that. Banyak hal yang aku rencanakan dalam hidupku, tapi sering kali bergeser to another direction. Sometimes ita just 180 degree different with what I plan. If this happened, I just whispered that this is Allah's way. And this is the best for me. Event I dont know yet.

Salah satu hal besar dalam hidupku adalah memilih antara berkarir dalam sebuah perusahaan atau membangun sendiri perusahaanku.
Dan mungkin tidak banyak yang tahu bahwa awalnya, pilihanku adalah berkarir. Bahkan sebelum lulus S1, aku sudah mencoba melamar ke beberapa perusahaan. Saat itu, aku hanya berpikir bagaimana caranya bekerja di perusahaan besar dengan gaji yang besar. Saat itu aku berpikir bahwa aku akan memiliki karir yang melaju pesat dalam sebuah perusahaan mengingat sepak terjangku di keorganisasian selama ini. But, Allah have a greater plan for me. Selaluuuu saja ada halangan dalam mewujudkan keingananku untuk bekerja. So much barrier, I called. Too much story, if you asked.
Then, I realized that, everytime I tried to walk in this "carrier things", something knock me down. Sad? Evertime. Dissapointed? Offcourse.

Lalu aku merenung, dimana salahku. Apa yang tidak tepat? Hmmmmmm...
Dalam prosesnya, aku selalu teringat akan cita-citaku dimasa kecil untuk menjadi seorang pengusaha. But, I always denied that dream. That dream is just too hard to achieved. Batinku saat itu, lebih baik aku jadi pegawai dulu,  ngumpulin modal, barulah kalo sudah terkumpul, aku mulai usaha. Tapi, sekali lagi, Allah berkata lain.

There is one moment I've realized that what I planned before is not my way. In some circumtances, forced me to understand that what I planned before is not the best for me.
Pada dasarnya, aku seperti diingatkan tentang apa cita-citaku, dan tentang bagaimana menggapainya. Tidak perlu melalui jalan yang sudah aku rencanakan untuk menjadi seorang pengusaha. Tapi bisa dimulai dari sekarang. Betul betul sekarang. Tanpa memastikan bahwa semua resources memang sudah benar-benar siap.

Umur 24 tahun adalah masa-masa tergalau dalam hidupku. Mencari kerja iya, kadang jualan dikit-dikit iya.. Gak ada yang fokus. Hasilnya pun g ada yang optimal. Semuanya dikerjakan serba setengah hati.Hahahaaaa... Dan di umurku yang ke 25 sekarang ini, insyaallah aku sudah memutuskan untuk mendalami bisnis. Mendalami bisnis yang sesuai dengan perintah Allah, yang bisa sekaligus sebagai wadah dakwah. Insyaallah.

One of the hardest desicion of life is walk away or try harder. And I choosed to walk away from "Try being an employee" and then try harder to be The Great Muslimah Enterpreneur. Insyaallah :)

Passion and Success are Bestfriend

3 bulan ini aku kembali ke Surabaya untuk belajar. Not for accounting subject, but fashion. Yes, I studied about Fashion Design Illustration at Arva School of Fashion.

A lot of friends around me confused and shocked with what I did. But, I'm pretty sure with what I choosed. Fashion is my passion. And fashion is the main subject of my business. So, I have to fulfill my head with all knowledge about fashion. At least, basic theory. So that, in the next step I can improvizising and create something great.

Passion and Success is bestfriend is totally true. When I run my business based on what I love the most, its not like working but more like playing in the play field. So much fun. And when we do what we love, we will do it with great, than when we do what we hate or something we are not understand, insyaallah. Because there is no pressure. There is no unlikey. If we love what we do, and do great, insyaallah success will come together.

Senin, 21 Oktober 2013


Beberapa hari lalu, aku dihubungi Jawa Pos, media cetak paling nge-hits di Surabaya. Pihak Jawa Pos ingin bertemu denganku untuk meliput aku dan bisnisku. Oooooohh meeeeennn, How happy I'm! Tapi, juga cukup sedih karena, sayangnya aku ada di Kalimantan sekarang. Hiks T-T
Padahal, kesempatan untuk bisa tampil dan di ulas di Jawa Pos itu luaaaarrr biaaasaaa priceless.
Untungnya, karena mereka memang ingin aku feature di Jawa Pos, mereka tetap mau menungguku kembali ke Surabaya.
Dan aku menjanjikan kepada mereka, sekitar bulan Januari aku pulang Surabaya.
Bismillaaah, semoga Januari aku bener-bener ada kesempatan untuk pulang ke Surabaya dan sekaligus memenuhi undangan Jawa Pos untuk mengulas bisnisku.
This is huge...
Bismillaaaaahhh...


Oya, dibulan ini aku juga mendapatkan kejutan yang menyenangkan dari Laiqa Magazine, karena ternyata mereka juga mengulas aksesorisku disalah satu kolom mereka. Walaupun bukan tajuk utama, dan belum menjadi "special guess", aku tetap senang dan bersyukur.
Semoga, suatu saat nanti aku dan bisnisku bisa tampil di banyak media cetak maupun media elektronik.
Aaaammmiiiinnn...


Oya, 1 lagi harapanku, karena skrg aku lagi stay di kalimantan barat, aku ingiiin sekali bisnisku dikenal di sini. Aku ingin media-media di sini, terutama di Pontinak, mengenalku dan usahaku.
Karena, sudah beberapa kali aku di undang oleh media-media di Surabaya, tapi sayangnya, karena masih di Kalimantan, I can't made it.
Somehow, I wonder, if only, media yang mengundang aku itu media di Pontianak, tinggal capcuuusss lhaahh yeee .. :)) #wishes

Kamis, 03 Oktober 2013

Be wiser

Terkadang, aku hanya ingin menjadi lebih bijaksana. Tidak  mudah emosi. Lebih sabar. Dan mungkin cepat melupakan hal buruk yang terjadi atau yang dilakukan orang lain kepadaku. I just want to delete all hurt feeling.

Jumat, 20 September 2013

Beberapa hari ini yang paling sering aku bicarakan dengan suamiku adalah tentang bisnisku. Yah, alhamdulillah suamiku adalah pendengar yang baik. Dia tidak pernah bosan mendengarkan setiap ide sampai keluhanku. Dari yang besar sampai yang paling kecil. Dari general sampai detail. Being listened is more than enough for me. Thats a huge apreciation from my husband. And I really apreciate that :)

Eniwei, salah satu hal yang aku sangat inginkan adalah membangun sebuah butik sendiri. Jadi, tidak.hanya online. Mungkin untuk sekarang aku hanya fokus pada onlineshop. Tapi, setelah aku dan suamiku ditempatkan kembali di Surabaya, aku sudah membayangkan membangun butikku sendiri. Bahkan aku sudah menggambarkan dengan jelas design butik dikepalaku. Hahahaaa.. I want my friend, who is a designer of interior, will make it come true when the time is come.

Untuk sekarang, aku sedang memikirkan untuk membuat website. Is that necessary? Or a blog is enough? Hmmm...

The point is, this business is my desire and my dreams. Insyaallah, dengan restu dari suamiku, aku akan membesarkan bisnis ini. Mungkin aksesoris adalah hal yang kecil. Tapi, kita fokus pada "pengkali" nya yaaaa. Hohohooooo.. :D

Creat.. Creat.. Creat..!!!

2 Kabar Buruk yang Menghancurkan Hatiku

Dalam 1 bulan ini ada 2 kabar buruk yang meluluh lantakkan hatiku. Menangis, tentu saja. Selain berdoa dan memohon sama Allah, menangis adalah caraku menghadapi kabar buruk ini.
Setelah selesai menangis, entah kenapa aku tidak sehancur yang aku bayangkan. Ternyata aku tidak semenggila seperti yang aku bayangkan. Malah sudah tidak ada lagi air mata. Bukan karena kedua kabar buruk itu berubah menjadi baik, tapi mungkin karena mentalku sudah tidak selemah dulu. Kabar ini menamparku dan menghempaskanku ke kekecewaan dan kesedihan mendalam, tapi ternyata untungnya tidak mematikan otakku untuk berpikir rasional. Untuk menemukan solusi dan langkah-langkah yang harus aku lakukan setelah menangis.
Sebenarnya aku cukup kaget dengan begitu cepatnya aku "berkabung" dan segera memikirkan solusi . Mungkin, 1 tahun di tempa di tengah hutan dengan berbagai drama di dalamnya ini yang membuatku kuat. Membuatku lebih berpikir taktis dan tidak lama2 berpeluk pada kesedihan yang mendalam.
Yes, my heart broke. Really broke. But life must go on, right? Dunia tidak akan berhenti untuk menungguku bangkit dari ketidakberdayaanku akan kedua kabar itu. Dua kabar buruk ini bersifat rahasia dan personal, sampai sekarang belum 1 pun teman atau sahabat yang taw. Hanya suamiku dan keluarga inti saja yang tahu. Sekali lagi, aku begitu percaya sama Allah. Dan aku percaya, ini rencana Allah. Dan Allah akan memberikanku ending yang membahagiakan selama aku tidak berhenti berusaha. Syeeemangaaaatt :*