Selasa, 15 Januari 2013

Balado Telur...nyummmeeehhh!!!


Jadi begini, aku suka masak walaupun tidak terlalu pintar. Tepatnya baru mengenal bumbu dapur tuh ya setelah menikah. Jadi kira-kira baru 3 bulan ini aku bisa masak. Itu pun, aku selalu memilih resep masakan yang sekiranya paling mudah dan paling ringkas. Biar g terlalu lama berada di dapur.. Hahahaaa.. 
Above all, walopun masih pemula, mengenai rasa, aku belum pernah gagal.. Selalu enaaaakk.. hohohooooo..:D 
 Nah, beberapa waktu lalu aku telpon2an sama Mama cu (mama mertua) trus di ajarin bikin balado telur. Dan karena terdengar mudah, besoknya lgsg aku bikin... Dan hasilnya?!? ENAK!!! Cepat pula!!! Hohohooo.. So, buat yang mau masak dengan mudah dan hasilnya menggiurkan seperti di fotoku itu, sini aku share resep balado telor ala mama Cu!!! 

Yang perlu disiapkan : 

1. Telur 
2. Lombok merah besar 
3. Lombok kecil (kalo mau pedes) 
4. Bawang putih 
5. Bawang merah 
6. Gula 
7. Garam 
8. Merica 

 Nah, langkah-langkah masaknya gini : 

1. Rebus telur sampai matang (kurang lebih 10-15 menit) 
2. Sambil menunggu rebusan telur selesai, haluskan (diblender bisa, di uleg bisa. Kalo aku mah aku uleg) lombok merah besar (bijinya dibuang aja ya..) + plus garam + merica 
3. Nah, kalo telur sdh mateng, kupas cangkangnya sampai bersih. 
4. Lalu goreng telur itu di atas minyak yang sudah dipanaskan. Lalu sisihkan. 
5. Tumis bawang merah dan bawang putih yang sudah di rajang halus di atas wajan. Lalu campurkan dengan lombok besar yang sudah dihaluskan tadi ke atas wajan. 
 6.Masak lombok besar yang sudah dihaluskan sampai tidak berbau di atas minyak goreng 3-5 sendok makan (berarti skrg di atas wajan ada lombok yang sudah dihaluskan+bawang merah+bawang putih) 
7. Iris telur-telur itu menjadi 2 bagian lalu campurkan ke dalam wajan. 
8. Bolak-balikkan telur, di atas wajan tadi. 
9. Dan jadilaaaaahh.. Gampang bangeeetttt... Nyuummmeehhh!! Monggo lah dicoba.. 

 Yang masih belajar masak, 
Mrs.Devi Yanuari

Hijab-ing Should be FUN! :)

Hijab-ing Should be FUN. What I want to try to tell you is... memakai hijab harusnya menyenangkan. And I want to share what I mean in dari sudut pandang fashion.

Begini, memakai hijab sekarang ini bisa sangat menyenangkan, karena kita dapat berkreasi sesuka kita dengan hijab yang kita kenakan. But unfortunately, sering aku melihat wanita berhijab yang berusaha terlihat stylish namun terliha terlalu "memaksakan" diri. Ingat, segala sesuatu yang terlalu itu tidak baik, termasuk dalam hal fashion.
We want to look fabulous yet stylist and still "Look Effortless Stylist" Righ?
Tetap terlihat stylist tapi tidak memberi kesan kita "sangat berusaha untuk terlihat stylist".. Got it what I mean right???
Okeeee.. For our inspiration, I want to share must have items and how to wear it.
Untuk di ingat, jangan sekali-sekali berpikir untuk meggunakan SEMUA atribut fashion dalam satu kesempatan. Kamu tidak ingin terlihat seperti toko berjalan kan?? ^.^
Fyi, stylis tidak garis lurus dengan barang mahal dan branded. Stylis juga tidak garis lurus dengan "Mode teranyar dan terbanyak orang pakai saat ini".. Remember, you have your own label. So, sesekali, lihatlah isi lemarimu dan mulailah bereksperimen :)


Terlalu baik itu tidak baik


Segala sesuatu yang TERLALU itu tidak baik. Nabi Muhammad pernah berkata demikian. 
Hmmmm.. Bahkan "Terlalu Baik" pun tidak baik. 
Faktanya, hampir semua orang yang terlalu baik akan berakhir dimanfaatkan. Dan karena ketidakbisaannya menolak permintaan tolong, membuatnya lemah. Bahkan sering juga kehilangan penghargaan atas eksistensi nya.  
Yah, dibalik ketidaktegasan kita dalam menarik sebuah "garis" kebaikan, akan menciptakan kekurang-ajaran orang lain terhadap kita. Semakin dibiarkan akan semakin "ngelunjak".
Oleh karena itu, I just want to remind everyone who toooo kind, bersikaplah tegas.
Aku tidak mengajarkan untuk pandai berkata "tidak", untk pandai menolak. Tapi aku menyarankan untuk pandai memutuskan mana yang baik untukmu dan mana yang tidak. Tegaslah demi kebaikanmu.
Buatlah garis yang tegas. Mulailah buat "inner circle" mu sendiri. 
Buatlah garis yang tegas dan komit lah..
Buatlah garis yang tegas sebelum terlambat dan menyesal..
Ingat, Segala sesuatu yang "terlalu" itu tidak baik.. :)



Dari orang yang terlalu baik lalu disadarkan,
Mrs.deviyanuari

HeadPiece - Roses Rp 30.000 (beli 2 = Rp 50.000 )


Selain untuk headpice, bisa digunakan sebagai bros :)
*jadi kayak kalung ya? ^.^
Banyak yang tanya sama aku, "apa sih headpiece itu?" "apa sih bedanya sama headband?" so, let me explain.. 
Di koleksiku yang ini, aku mengeluarkan "HeadPiece for Hijab". Jadi, ini adalah hiasan atau aksesoris untuk mempercantik hijab kita. Biasanya, headpiece itu bagian belakangnya berupa penjepit rambut. Jadi dapat mempercantik penampilan rambut seseorang. But how with women in hijab??? So, aku buat nie headpiece for women in hijab. Bedanya, alih-alih penjepit rambut, aku gunakan peniti dibelakangnya. Sehingga dapat memudahkan wanita berkerudung untuk menyematkannya. Karena bagian belakang berupa peniti, headpiece ini dapat berperan ganda sebagai bros! Atau bahkan "necklace look a like". Maybe in the next posting, I'll show you how to use this headpice, in video. Tapi, semoga dengan foto-foto dibawah ini, dapat memberikan kamu gambaran, bagaimana memakai HeadPiece ini. 
Cantik kan? 
 Be inspired! Be beautiful! And be outstanding girls.. Cups :*

 
Turqoise - Peach - Turqoise


Gold - Peach - Pale Yellow

Dark Purple - Pink Salem - Dark Purple

Gold - Pink Salem - Gold

Pink Salem - Dark Purple - Pink Salem

Headpiece Roses with Pearl Rp 35.000 (beli 3 = Rp 100.000)



Bagian belakang headpiece adalah peniti. 
Sehingga dapat dengan mudah di sematkan di hijabmu.. 
Oya, paduan warna dapat di sesuai kan dengan request yaaa.. :)


Dark Purple

Pink Fushia

Peach

Pink Salem

Turqoise


Jumat, 11 Januari 2013

Deadline until you are dead


Siang ini.aku tergelitik dengan salah satu status bbm temanku yang tertulis 
"Tugas kuliah udah kelar, tetep aja
dikejar deadline. Hidup"


This words is so simple yet touchy. And automatically I laugh with this words.
Yah, hidup memang penuh dengan deadline, which is good. People with deadline will work more effective and efisien.
Work with deadline is like live with goals. And when you have a goals in your life, your life will be more interesting.
For me deadline can not assosiated with pressure. Infact, its just differences in the way we look. Cara pandang yang berbeda tentang "deadline" akan membuat perbedaan dalam "penanganan" menyikapinya.


Someone who feel that deadline is a pressure which can make them literaly dead, will depressed. And in depressed condition, you cannot find solution. Buntu aja gituu.. Semua yang dilakuin seolah sudah tidak ada gunanya. Aura malas pun melanda. Dan semakin banyak alasan yang mendukung kita untuk berhenti dan menyerah. Yupppss.. Alasan-alasan yang "masuk akal" akan dengan mudah muncul sebagai defending "why we can't do this". Because, focus of interest ada pada depresi kita menghadapi deadline.

In the other hand, seseorang yang fokus menyelesaikan deadline nya alih-alih menikmati ketersiksaannya akan deadline, akan bekerja lebih efektif dan berpikir lebih jernih. And somehow, orang ini akan lebih enjoy dan mendapatkan hasil yang lebih optimal. Deadline hanya akan dibicarakan, tapi tidak membuatnya depresi. Beda lho antara suka mmbicarakan deadline dengan depresi dengan deadline..


Aku...
Kuliah deadline skripsi..
Skripsi deadline sidang..
Sidang deadline kelulusan..
Then, when I choose to married,, aku men"deadline"kan diriku to have a baby..
Belum lagi deadline2 lagi dalam hidupku..
Hidup..
Yah, itulah hidup.
Terdiri dari deadline-deadline kecil yang harus kita lewati sebelum deadline besar terpenuhi. Setelah deadline besar 
Terpenuhi pun, masih akan muncul lagi deadline-deadline berikutnya..

So, just enjoy your deadline..
Malah, penuhi hidupmu dengan deadline, agar hidup selaly punya tujuan yang terukur.. Extreme nya nieh Deadline until you're dead.. Hahahaaaa.
Semakin banyak deadline insyaallah artinya semakin sibuk kamu sebagai manusia.
And you know what?!?! So many success story proved that "Kesuksesan itu Milik Orang yang Sibuk"
Jadi, berbahagialah saat kau disibukkan oleh deadline. Senyum yaaa hai kau calon orang sukses..
Aza aza fighting!!!! Semangat!!!



Someone who love deadline,
Mrs.deviyanuari

About choices, consequences and solution

Kadang aku merasa sedih kalau memikirkan apa saja yang sedang aku tinggalkan di Surabaya. Aku sedih tapi tidak sampai menangis. Karena sepertinya semakin usia ku bertambah semakin mahal air mataku. Kalo waktu kecil kan tangisanku aku obral. Hahahaaa..
You know, sekarang aku berada jauh dari tanah kelahiranku. Tidak sekedar menyebrang lautan, aku juga harus menyusuri gunung. Melewati jalanan yang rusaknya sudah tidak masuk akal. When when I passed this road, I realize that now I so far away from my home.

Being here is my choice. And every choices have a consequences . And every consequences  have a solution. Allah always have a way for us, right? 
Not once I wondering "Why Allah guide me in this journey? Why this way? What is Allah's plan? When I'll know?" 
Semakin banyak aku bertanya, semakin banyak pula aku mendapat jawaban. Walaupun kadang jawaban itu masih kabur dan belum solid.


Dan setiap aku selesai bertanya, mencoba berdialog dengan-Nya. Aku mulai melangkah lagi. Dan disetiap langkahku itu, selalu aku bertanya kepada-Nya "is this the right way? If is not please tell me.." 
Yah.. Aku selalu bertanya pada-Nya setiap aku melangkah. Di setiap keputusan yang aku ambil. Dan aku bersedia diingatkan dengan segera jika keputusan itu tidak baik untukku. Allah is my guidelines.


Try to build my fashion line in this condition is "though". I far from material. Price in here twice more expensieve. There is no cotton store yang memadai. Aku cari isi ulang lem tembak aja g ada. So that I have call ny mom and asked her to send me a glue from surabaya.
And it made me confused. -.-a

But like I said, every choices I made have a consequences   And I beliee that Every consequences have a solution. Insyaallah.


Someone on the middle of jungle,
Mrs.deviyanuari