Selasa, 22 April 2014

Choosing Friend is Our Right!

Aku memiliki banyak sekali teman. Baik teman yang aku benar-benar tahu background kehidupannya, ataupun teman yang hanya sekedar aku ingat nama atau wajahnya. Ada teman-teman yang begitu spesial dan begitu berbekas dalam ingatanku. Ada teman-teman yang bahkan kehadirannya tidak kusadari. Ada teman-teman yang dulu begitu dekat namu sekarang begitu jauh, seperti orang asing yang tidak pernah saling mengenal. Sebaliknya, ada teman-teman yang dulu begitu asing namun sekarang begitu dekat.
Ada teman-teman yang begitu membekas kehadirannya dalam hidupku, sampai sering kali kisah tentang mereka aku ulang-ulang dalam cerita-ceritaku pada orang lain. Baik itu membekaskan kebahagiaan atau bahkan membekaskan luka.

Semakin dewasa umurku, semakin aku sadar bahwa teman itu penting, namun lebih penting untuk tegas dalam memilih teman yang bisa berada di sekililing kita. Memilih temat yang worth it to have. Memilih teman yang dapat menambah nilai diri kita sebagai seorang manusia. Memilih teman yang dapat mendekatkan diri kita pada Allah dan pada semua perintah-Nya.

Aku tidak pernah memilih pertemanan dari berapa banyak harta yang dia miliki, berapa banyak mobil dan rumah yang dia mampu beli atau orang tuanya mampu beli. Aku tidak pernah memilih pertemanan dari cantik atau tampan nya seseorang. Karena, aku sendiri tidak pernah mau dipilih berdasarkan itu semua.

Aku memilih teman lebih kepada personaliti nya. Memilih teman adalah mutlak keputusanku tanpa boleh orang lain meng-intervensinya. Adalah hak prerogative ku untuk memutuskan "mendekatkan" atau "menjauhkan" seseorang dari kehidupan personalku. Aku sering menyebutnya sebagai "detoksifikasi kehidupan", mengeluarkan racun-racun dalan kehidupanku sehingga kehidupan personalku menjadi lebih bersih dan sehat.

"Penyaringan" ini aku berlakukan di level apapun dalam kehidupanku. Dengan begitu, aku dapat menjaga diriku dari orang-orang yang hanya memanfaatkanku, menyakitiku dengan sengaja ataupun tidak sengaja tapi sering (hahaha... -_____-) , dari orang-orang yang dapat menjauhkanku dari perintah-Nya, dari orang-orang yang hanya dapat menumbuhkan penyakit hati dan kotornya pikiran (suudzon) dalam hidupku. "Penyaringan" ini berlangsung kapan saja, dimana saja, dalam level apapun. Ini penting, karena ini hidupku, dan aku hanya hidup sekali, so, I just try to make it good.

Dan memang waktu adalah "mesin penjawab" paling sempurna. Aku memiliki banyak teman luar biasa yang ada disekelilingku. Bahkan tidak sedikit diantara mereka menjelma menjadi sahabat yang luar biasa. 

Dan ada sahabat-sahabatku yang sudah teruji oleh waktu. Alhamdulillah, Allah selalu mendekatkanku pada sahabat-sahabat yang luar biasa.  Sahabat yang berani mengingatkanku jika aku salah karena mereka begitu menyayangiku, sahabat yang tidak pernah melupakanku disaat susah maupun senang. Sahabat yang mungkin tidak bisa selalu ada disampingku 24 jam, namun akan selalu ada saat aku membutuhkannya, dan sebaliknya. Sahabat yang jujur dan tulus dalam dukungan dan doa untuk keberhasilan-keberhasilanku. Yang senang jika aku senang, sedih jika aku sedih, dan ikut terluka jika aku terluka.

Dan sahabat-sahabatku yang paling dekat , yang sangat ingin aku apresiasi dan sangat ingin aku bahagiakan adalah kedua orang tuaku, suamiku, kakakku, om dan tante ku. Mereka LUAR BIASA. Mama ayah, Iwa, Mbak Via, Om Tonk dan Teli. Mereka adalah anugerah terindah dalam hidupku. Tidak pernah melupakanku, tidak pernah sebersitpun terpikir untuk menyakitiku, tidak pernah berbicara buruk dibelakangku, selalu mengingatkanku dengan cara yang begitu baik saat aku berjalan di arah yang salah. Sekalipun aku terjerembap, mereka tetap ada disampingku, menyemangatiku, memberi dukungan moril supaya aku bisa berdiri lalu berlari dan meloncat lebih tinggi. Orang-orang yang begitu tulus dalam doa dan pengharapan-pengharapan untuk kebaikan-kebaikan, kebahagiaan dan kesejahteraan dalam hidupku.

Yes, they are my family. they are more than a friend or bestfriend, they are my Soulmate. They are irreplacable.

I really love them. Cinta yang tidak bersyarat itu ya mereka. Oh my dear Allah, thank you :)

Kalau bisa disimpulkan, mereka adalah inner circleku. Ring 1 ku. Dan orang-orang yang harus aku masukkan dalam Ring 5 itu siapa?? Ada, mereka sudah tenang disana, di Ring 5, Ring terjauh dalam kehidupan personalku. Demi kebaikan, aku taruh mereka disana. Gak banyak kok. Cuman orang-orang yang sudah begitu menyakiti ketulusanku dalam persahabatan maupun persaudaraan..

 Jangan sedih, Ring 5 is not the worst, masih ada Outter Space. Hahahaaaa.. yaaaaaahhh ada 1,2 orang yang aku tempatkan disana.. kalo ini udah nuuueeeemmmeeennn.... :)))))

Just remember, We never loose Friends, We simply learn who the REAL ONES are.
And if you really know who are the REAL ONES are, keep them close to your heart, and never let them go because of your fool.
And how about the FAKE ONE??? Take them to the outspace... So, you'll never have to meet a friend like that anymore.

Selasa, 04 Februari 2014

God's Will

As much as you want to plan your life, it has a way of surprising you with unexpected things that will make you happier than you originally planned. That's what you call GOD's WILL.
In the easiest words, manusia bisa berencana tapi Allah yang menentukan.
Subhanallah, I really believe on that. Banyak hal yang aku rencanakan dalam hidupku, tapi sering kali bergeser to another direction. Sometimes ita just 180 degree different with what I plan. If this happened, I just whispered that this is Allah's way. And this is the best for me. Event I dont know yet.

Salah satu hal besar dalam hidupku adalah memilih antara berkarir dalam sebuah perusahaan atau membangun sendiri perusahaanku.
Dan mungkin tidak banyak yang tahu bahwa awalnya, pilihanku adalah berkarir. Bahkan sebelum lulus S1, aku sudah mencoba melamar ke beberapa perusahaan. Saat itu, aku hanya berpikir bagaimana caranya bekerja di perusahaan besar dengan gaji yang besar. Saat itu aku berpikir bahwa aku akan memiliki karir yang melaju pesat dalam sebuah perusahaan mengingat sepak terjangku di keorganisasian selama ini. But, Allah have a greater plan for me. Selaluuuu saja ada halangan dalam mewujudkan keingananku untuk bekerja. So much barrier, I called. Too much story, if you asked.
Then, I realized that, everytime I tried to walk in this "carrier things", something knock me down. Sad? Evertime. Dissapointed? Offcourse.

Lalu aku merenung, dimana salahku. Apa yang tidak tepat? Hmmmmmm...
Dalam prosesnya, aku selalu teringat akan cita-citaku dimasa kecil untuk menjadi seorang pengusaha. But, I always denied that dream. That dream is just too hard to achieved. Batinku saat itu, lebih baik aku jadi pegawai dulu,  ngumpulin modal, barulah kalo sudah terkumpul, aku mulai usaha. Tapi, sekali lagi, Allah berkata lain.

There is one moment I've realized that what I planned before is not my way. In some circumtances, forced me to understand that what I planned before is not the best for me.
Pada dasarnya, aku seperti diingatkan tentang apa cita-citaku, dan tentang bagaimana menggapainya. Tidak perlu melalui jalan yang sudah aku rencanakan untuk menjadi seorang pengusaha. Tapi bisa dimulai dari sekarang. Betul betul sekarang. Tanpa memastikan bahwa semua resources memang sudah benar-benar siap.

Umur 24 tahun adalah masa-masa tergalau dalam hidupku. Mencari kerja iya, kadang jualan dikit-dikit iya.. Gak ada yang fokus. Hasilnya pun g ada yang optimal. Semuanya dikerjakan serba setengah hati.Hahahaaaa... Dan di umurku yang ke 25 sekarang ini, insyaallah aku sudah memutuskan untuk mendalami bisnis. Mendalami bisnis yang sesuai dengan perintah Allah, yang bisa sekaligus sebagai wadah dakwah. Insyaallah.

One of the hardest desicion of life is walk away or try harder. And I choosed to walk away from "Try being an employee" and then try harder to be The Great Muslimah Enterpreneur. Insyaallah :)

Passion and Success are Bestfriend

3 bulan ini aku kembali ke Surabaya untuk belajar. Not for accounting subject, but fashion. Yes, I studied about Fashion Design Illustration at Arva School of Fashion.

A lot of friends around me confused and shocked with what I did. But, I'm pretty sure with what I choosed. Fashion is my passion. And fashion is the main subject of my business. So, I have to fulfill my head with all knowledge about fashion. At least, basic theory. So that, in the next step I can improvizising and create something great.

Passion and Success is bestfriend is totally true. When I run my business based on what I love the most, its not like working but more like playing in the play field. So much fun. And when we do what we love, we will do it with great, than when we do what we hate or something we are not understand, insyaallah. Because there is no pressure. There is no unlikey. If we love what we do, and do great, insyaallah success will come together.

Senin, 21 Oktober 2013


Beberapa hari lalu, aku dihubungi Jawa Pos, media cetak paling nge-hits di Surabaya. Pihak Jawa Pos ingin bertemu denganku untuk meliput aku dan bisnisku. Oooooohh meeeeennn, How happy I'm! Tapi, juga cukup sedih karena, sayangnya aku ada di Kalimantan sekarang. Hiks T-T
Padahal, kesempatan untuk bisa tampil dan di ulas di Jawa Pos itu luaaaarrr biaaasaaa priceless.
Untungnya, karena mereka memang ingin aku feature di Jawa Pos, mereka tetap mau menungguku kembali ke Surabaya.
Dan aku menjanjikan kepada mereka, sekitar bulan Januari aku pulang Surabaya.
Bismillaaah, semoga Januari aku bener-bener ada kesempatan untuk pulang ke Surabaya dan sekaligus memenuhi undangan Jawa Pos untuk mengulas bisnisku.
This is huge...
Bismillaaaaahhh...


Oya, dibulan ini aku juga mendapatkan kejutan yang menyenangkan dari Laiqa Magazine, karena ternyata mereka juga mengulas aksesorisku disalah satu kolom mereka. Walaupun bukan tajuk utama, dan belum menjadi "special guess", aku tetap senang dan bersyukur.
Semoga, suatu saat nanti aku dan bisnisku bisa tampil di banyak media cetak maupun media elektronik.
Aaaammmiiiinnn...


Oya, 1 lagi harapanku, karena skrg aku lagi stay di kalimantan barat, aku ingiiin sekali bisnisku dikenal di sini. Aku ingin media-media di sini, terutama di Pontinak, mengenalku dan usahaku.
Karena, sudah beberapa kali aku di undang oleh media-media di Surabaya, tapi sayangnya, karena masih di Kalimantan, I can't made it.
Somehow, I wonder, if only, media yang mengundang aku itu media di Pontianak, tinggal capcuuusss lhaahh yeee .. :)) #wishes

Kamis, 03 Oktober 2013

Be wiser

Terkadang, aku hanya ingin menjadi lebih bijaksana. Tidak  mudah emosi. Lebih sabar. Dan mungkin cepat melupakan hal buruk yang terjadi atau yang dilakukan orang lain kepadaku. I just want to delete all hurt feeling.

Jumat, 20 September 2013

Beberapa hari ini yang paling sering aku bicarakan dengan suamiku adalah tentang bisnisku. Yah, alhamdulillah suamiku adalah pendengar yang baik. Dia tidak pernah bosan mendengarkan setiap ide sampai keluhanku. Dari yang besar sampai yang paling kecil. Dari general sampai detail. Being listened is more than enough for me. Thats a huge apreciation from my husband. And I really apreciate that :)

Eniwei, salah satu hal yang aku sangat inginkan adalah membangun sebuah butik sendiri. Jadi, tidak.hanya online. Mungkin untuk sekarang aku hanya fokus pada onlineshop. Tapi, setelah aku dan suamiku ditempatkan kembali di Surabaya, aku sudah membayangkan membangun butikku sendiri. Bahkan aku sudah menggambarkan dengan jelas design butik dikepalaku. Hahahaaa.. I want my friend, who is a designer of interior, will make it come true when the time is come.

Untuk sekarang, aku sedang memikirkan untuk membuat website. Is that necessary? Or a blog is enough? Hmmm...

The point is, this business is my desire and my dreams. Insyaallah, dengan restu dari suamiku, aku akan membesarkan bisnis ini. Mungkin aksesoris adalah hal yang kecil. Tapi, kita fokus pada "pengkali" nya yaaaa. Hohohooooo.. :D

Creat.. Creat.. Creat..!!!