Rabu, 13 Agustus 2014

Luruskan Niatmu dalam Menikah

Beberapa hari ini aku bertemu dengan beberapa teman yang sedang galau dengan kesendiriannya, dan sedang sangat ingin menikah.
Lalu, inilah beberapa nasehat ku kepada beberapa teman wanita ku, supaya mereka dapat melihat dari sudut pandang lain.. inshaallah..

1. Jangan menikah HANYA karena melihat teman-teman mu sudah mulai menikah

2. Jangan menikah HANYA karena kamu sudah bosan ditanya-tanya oleh orang-orang sekitar kamu "kapan nyusul??" Dan umurmu selalu bertambah

3. Jangan menikah HANYA karena kamu merasa semua masalahmu akan hilang dengan memiliki "status menikah"

Menurut aku, 3 hal ini penting untuk dipertimbangkan sebelum memutuskan berumah tangga.

Jika kamu galau untuk segera menikah hanya karena melihat teman-teman mu sudah pada menikah dan kamu merasa tertinggal lalu kamu sedih dan depresi, maka jangan menikah dulu. Luruskan dulu niatnya.

Jika kamu menikah hanya karena bosan ditanya-tanya terus "kapan nyusul?", sehingga setiap ada lelaki yang dekat, tanpa kamu melihat seberapa cinta dia agamanya, dengan Allah, kamu lgsg ingin cepat-cepat menikah saja. Ingin cepat-cepat dilamar saja rasanya. Jika iya, Istighfar.. calming down. Luruskan dulu niatnya.

Menikah memang seperti telah mengerjakan separuh agama, tapi dengan syarat, bahwa pernikahan dapat membuatmu dan pasangan menjadi lebih baik dalam menjalankan ibadah. Yang tadinya sholat bolong-bolong jadi 5 waktu. Yang tadinya sholat telat-telat jadi tepat waktu. Yang tadinya sering lupa sama Allah, jadi selalu ingat untuk menyebut nama-Nya... dll

Jadi, pilihlah pasangan yang dapat menuntunmu di jalan Allah. Berjalan bergandengan di jalan Allah. Bukan asal memilih pasangan karena merasa diburu-buru dengan keadaan dan lingkungan.

Kamu yang menjalani pernikahan nanti, bukan orang lain. Bukan juga orang-orang yang selalu menanyaimu "kapan menikah?" setiap ketemu kamu.
Buru-buru itu sifat setan. Jadi, saat kamu merasa "terburu-buru", coba istighfar. Tapi, kalau memang semua hal dilancarkan sama Allah, pasti kesannya bukan buru-buru, tapi kesannya lancar dan mulus jalan Nya karena Ridha Allah. Hati tenang saat menjalaninya..

Ingat, pernikahan tidak berhenti di resepsi indah yang semua wanita impi-impikan.
Tapi, pernikahan itu berawal dari berakhirnya gegap gempita resepsi.
Back to the real world. Back to the real problem.
Janganlah hanya mengkhayalkan indah nya resepsi, tapi cobalah mendewasakan diri dengan mempersiapkan personality kita sebagai istri dan calon ibu nantinya.
Jangan tersilaukan dengan indahnya resepsi teman-teman mu, tapi berfokuslah untuk menyiapkan diri sebagai pribadi yang pantas untuk menjadi istri, untuk berumah tangga.
Karena, jika kamu sudah memantaskan diri, dan ikhtiar di jalan Allah serta tawakkal untuk menikah karena Allah, inshaallah Allah akan melancarkan jalan jodohmu..
Karena mungkin, Allah tahu, jika kamu diijinkan Allah menikah sekarang, mungkin psikologismu akan lebih kacau karena ternyata kamu belum siap menanggung tanggung jawab dan kewajiban sebagai seorang istri.
Allah hanya memberi mu waktu untuk mendewasa, bersyukurlah :)
Allah Maha Tahu, sedangkan kita tidak tahu apa-apa.
Luruskan Niat, Ikhtiar di jalan Allah (persiapkan dan pantaskan diri) dan Tawakkal kepada Allah (minta terus sama Allah).
Inshaallah Khair


Tidak ada komentar:

Posting Komentar