Sabtu, 16 Agustus 2014

Apa Yang Membuat Manusia Bahagia?

Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia, tentunya Adolf Merckle, orang terkaya dari jerman, tidak akan menabrakkan badannya ke kereta api.

Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, tentunya Michael Jackson, penyanyi terkenal di USA, tidak akan meminum obat tidur hingga overdosis.

Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia, tentunya G. Vargas, presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya.

Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia, tentunya Marilyn Monroe, artis cantik dari usa, tidak akan meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.

Jika kesehatan bisa membuat orang bahagia, tentunya Thierry Costa, dokter terkenal dari Perancis, tidak akan bunuh diri, akibat sebuah acara di televisi.

Ternyata, bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, sehatnya atau sesukses apapun hidupnya.

Tapi yang bisa membuat seseorang itu bahagia adalah dirinya sendiri... mampukah ia mau mensyukuri semua yang sudah dimilikinya dalam segala hal.

"Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti orang-orang kaya akan membeli kebahagiaan itu. dan kita akan sulit mendapatkan kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka."

"Kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti belahan lain di bumi ini akan kosong karena semua orang akan ke sana berkumpul di mana kebahagiaan itu berada ."

Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia.
Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebahagiaan itu.

Yang kita perlukan adalah HATI yang BERSIH dan IKHLAS serta PIKIRAN yang JERNIH, maka kita bisa menciptakan rasa BAHAGIA itu kapan pun, di manapun dan dengan kondisi apapun."

KEBAHAGiAAN itu milik "Orang-orang yang dapat BERSYUKUR".

"JIKA KAMU TIDAK MEMILIKI APA YANG KAMU SUKAI, MAKA SUKAILAH APA YG KAMU MILIKI SAAT INI".

BERSYUKUR adalah suatu kemampuan yg bisa DIPELAJARI oleh siapapun.

BERSYUKUR bukanlah hasil dari suatu keadaan tertentu, melainkan hasil dari pilihan cara kita memandang ANUGERAH TUHAN.

Rabu, 13 Agustus 2014

Luruskan Niatmu dalam Menikah

Beberapa hari ini aku bertemu dengan beberapa teman yang sedang galau dengan kesendiriannya, dan sedang sangat ingin menikah.
Lalu, inilah beberapa nasehat ku kepada beberapa teman wanita ku, supaya mereka dapat melihat dari sudut pandang lain.. inshaallah..

1. Jangan menikah HANYA karena melihat teman-teman mu sudah mulai menikah

2. Jangan menikah HANYA karena kamu sudah bosan ditanya-tanya oleh orang-orang sekitar kamu "kapan nyusul??" Dan umurmu selalu bertambah

3. Jangan menikah HANYA karena kamu merasa semua masalahmu akan hilang dengan memiliki "status menikah"

Menurut aku, 3 hal ini penting untuk dipertimbangkan sebelum memutuskan berumah tangga.

Jika kamu galau untuk segera menikah hanya karena melihat teman-teman mu sudah pada menikah dan kamu merasa tertinggal lalu kamu sedih dan depresi, maka jangan menikah dulu. Luruskan dulu niatnya.

Jika kamu menikah hanya karena bosan ditanya-tanya terus "kapan nyusul?", sehingga setiap ada lelaki yang dekat, tanpa kamu melihat seberapa cinta dia agamanya, dengan Allah, kamu lgsg ingin cepat-cepat menikah saja. Ingin cepat-cepat dilamar saja rasanya. Jika iya, Istighfar.. calming down. Luruskan dulu niatnya.

Menikah memang seperti telah mengerjakan separuh agama, tapi dengan syarat, bahwa pernikahan dapat membuatmu dan pasangan menjadi lebih baik dalam menjalankan ibadah. Yang tadinya sholat bolong-bolong jadi 5 waktu. Yang tadinya sholat telat-telat jadi tepat waktu. Yang tadinya sering lupa sama Allah, jadi selalu ingat untuk menyebut nama-Nya... dll

Jadi, pilihlah pasangan yang dapat menuntunmu di jalan Allah. Berjalan bergandengan di jalan Allah. Bukan asal memilih pasangan karena merasa diburu-buru dengan keadaan dan lingkungan.

Kamu yang menjalani pernikahan nanti, bukan orang lain. Bukan juga orang-orang yang selalu menanyaimu "kapan menikah?" setiap ketemu kamu.
Buru-buru itu sifat setan. Jadi, saat kamu merasa "terburu-buru", coba istighfar. Tapi, kalau memang semua hal dilancarkan sama Allah, pasti kesannya bukan buru-buru, tapi kesannya lancar dan mulus jalan Nya karena Ridha Allah. Hati tenang saat menjalaninya..

Ingat, pernikahan tidak berhenti di resepsi indah yang semua wanita impi-impikan.
Tapi, pernikahan itu berawal dari berakhirnya gegap gempita resepsi.
Back to the real world. Back to the real problem.
Janganlah hanya mengkhayalkan indah nya resepsi, tapi cobalah mendewasakan diri dengan mempersiapkan personality kita sebagai istri dan calon ibu nantinya.
Jangan tersilaukan dengan indahnya resepsi teman-teman mu, tapi berfokuslah untuk menyiapkan diri sebagai pribadi yang pantas untuk menjadi istri, untuk berumah tangga.
Karena, jika kamu sudah memantaskan diri, dan ikhtiar di jalan Allah serta tawakkal untuk menikah karena Allah, inshaallah Allah akan melancarkan jalan jodohmu..
Karena mungkin, Allah tahu, jika kamu diijinkan Allah menikah sekarang, mungkin psikologismu akan lebih kacau karena ternyata kamu belum siap menanggung tanggung jawab dan kewajiban sebagai seorang istri.
Allah hanya memberi mu waktu untuk mendewasa, bersyukurlah :)
Allah Maha Tahu, sedangkan kita tidak tahu apa-apa.
Luruskan Niat, Ikhtiar di jalan Allah (persiapkan dan pantaskan diri) dan Tawakkal kepada Allah (minta terus sama Allah).
Inshaallah Khair