Well, mungkin jaman sekarang ini jamannya mulut manusia tanpa saringan. Yah artinya, kalau ngomong sudah tidak lagi dipilih pilah, yang penting hati ini puas. Biarkan orang lain mengerti kita. Masalah kita mengerti orang lain atau enggak, itu urusan kesekian.. Waddduuuuhh..
Semua orang tidak ingin tersakiti dan tidak ingin ada dalam posisi yang dirugikan. Yes, kita setuju dengan ini. Tapi, seringkali, akhirnya malah "mengorbankan" orang lain. Lebih baik orang lain yg sakit hati dan dirugikan daripada kita. Some people say ini manusiawi. Tapi kok ya aku bilang ini bukan makna dari manusiawi ya.. Kurang tepat. Sesuatu yang kurang baik tapi dianggap wajar.
Kenapa harus menyakiti hati orang lain supaya kita tidak tersakiti? Mengapa tidak, menyenangkan hati orang lain supaya kita juga senang. Beda kan? Bedaaaaaa...
Mulut ini lebiiiih tajam dari sebilah pedang. Luka fisik bisa di obati, tapi luka dihati karena kata-kata, akan selalu membekas. Yang tersakiti jg tidak hanya objeknya, tapi bisa orang-orang disekitar yang mencintainya lhoooo..
Juga perlu diingat, setiap kata yang sudah terlanjur keluar dari mulut, tidak akan bisa di tarik kembali. Apalagi kalau sudah terlanjur masuk ke telinga orang lain. Kita harus siap bertanggungjawab atas setiap kata yang terucap..
So, its better to find the best way to treat another people and insyaallah another people will treat us well. If not? At least, kita tidak berada di posisi yang menyakiti atau merugikan orang lain :)
Dan.... Mulut dengan saringan itu masih perluuuu sodara sodaraa...
With love,
Mrs.devi yanuari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar