Selasa, 13 November 2012

Aku tidak tahu



Aku sering tidak tahu harus berbuat apa saat semua hambatan seolah mendadak muncul di pelupuk mataku.
Aku sering tidak tahu harus berkata apa saat semua kata-kata terasa jauh dari rasional.
Aku sering tidak tahu harus bersikap bagaimana saat setiap gerakan tidak memberi perubahan signifikan.
Aku banyak mencoba, aku banyak belajar.
Aku banyak jatuh, aku banyak inkonsisten.
Aku sering berkomitmen lalu melupakannya.
Aku banyak diremehkan, Aku banyak dicibir.
Aku banyak dikasihi, Aku banyak dicintai.
Saat aku berjalan maju walaupun sedang sangat terluka, aku sering bertanya, untuk siapa aku melaju?
Untuk mereka yang mencibir dan meremehkankah?
Sebagai bentuk pembuktian, agar mereka terpanah lalu diam, malu.
ataukah untuk mereka yang mengasihi dan mencintai?
Agar terukir senyuman puas dan bahagia di wajahnya.
Aku berpikir, sambil terus berjalan.
Mencari arti setiap peluh.
Mencari makna dari setiap waktu yang dikeluarkan untuk setiap hal yang diperjuangkan.
Aku terus berjalan, badan dan pikiran ini tidak mengijinkanku untuk berhenti.
Mungkin alasannya bukan demi siapapun, bukan demi apapun.
Mungkin karena memang Allah, Tuhanku, sudah mendesign aku, manusia, untuk terus maju.
Untuk tidak berhenti walaupun hanya untuk melihat sekitar.
Mungkin karena tubuhku tahu, bahwa sambil berjalanpun aku tetap bisa melihat sekitar.
Mungkin tubuhku tahu, jika aku berhenti lalu melihat sekitar, hanya akan membuat hatiku luka.
Hanya akan membuat waktuku terbuang percuma.
Mungkin tubuhku tahu, jika aku terus berjalan, syukurku pun tidak akan berhenti.

Mungkin memang sekarang aku banyak tidak tahu.
Mungkin memang sekarang ini aku banyak tidak mengerti.
Jadi aku putuskan untuk terus berjalan.
Bisa dibilang berjalan dengan ketidaktahuan.
Tapi, aku berjalan dengan keyakinan akan apa yang sudah aku tahu, bukan dengan yang belum aku tahu.
Aku tidak berhenti untuk memikirkan caranya.
Tidak berhenti untuk mengkoreksi.
Karena, aku bisa berjalan sambil terus mencari cara.
Karena aku bisa terus berjalan sambil mencari tahu.
Karena aku bisa berjalan sambil terus mengkoreksi setiap kesalahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar