As much as you want to plan your life, it has a way of surprising you with unexpected things that will make you happier than you originally planned. That's what you call GOD's WILL.
In the easiest words, manusia bisa berencana tapi Allah yang menentukan.
Subhanallah, I really believe on that. Banyak hal yang aku rencanakan dalam hidupku, tapi sering kali bergeser to another direction. Sometimes ita just 180 degree different with what I plan. If this happened, I just whispered that this is Allah's way. And this is the best for me. Event I dont know yet.
Salah satu hal besar dalam hidupku adalah memilih antara berkarir dalam sebuah perusahaan atau membangun sendiri perusahaanku.
Dan mungkin tidak banyak yang tahu bahwa awalnya, pilihanku adalah berkarir. Bahkan sebelum lulus S1, aku sudah mencoba melamar ke beberapa perusahaan. Saat itu, aku hanya berpikir bagaimana caranya bekerja di perusahaan besar dengan gaji yang besar. Saat itu aku berpikir bahwa aku akan memiliki karir yang melaju pesat dalam sebuah perusahaan mengingat sepak terjangku di keorganisasian selama ini. But, Allah have a greater plan for me. Selaluuuu saja ada halangan dalam mewujudkan keingananku untuk bekerja. So much barrier, I called. Too much story, if you asked.
Then, I realized that, everytime I tried to walk in this "carrier things", something knock me down. Sad? Evertime. Dissapointed? Offcourse.
Lalu aku merenung, dimana salahku. Apa yang tidak tepat? Hmmmmmm...
Dalam prosesnya, aku selalu teringat akan cita-citaku dimasa kecil untuk menjadi seorang pengusaha. But, I always denied that dream. That dream is just too hard to achieved. Batinku saat itu, lebih baik aku jadi pegawai dulu, ngumpulin modal, barulah kalo sudah terkumpul, aku mulai usaha. Tapi, sekali lagi, Allah berkata lain.
There is one moment I've realized that what I planned before is not my way. In some circumtances, forced me to understand that what I planned before is not the best for me.
Pada dasarnya, aku seperti diingatkan tentang apa cita-citaku, dan tentang bagaimana menggapainya. Tidak perlu melalui jalan yang sudah aku rencanakan untuk menjadi seorang pengusaha. Tapi bisa dimulai dari sekarang. Betul betul sekarang. Tanpa memastikan bahwa semua resources memang sudah benar-benar siap.
Umur 24 tahun adalah masa-masa tergalau dalam hidupku. Mencari kerja iya, kadang jualan dikit-dikit iya.. Gak ada yang fokus. Hasilnya pun g ada yang optimal. Semuanya dikerjakan serba setengah hati.Hahahaaaa... Dan di umurku yang ke 25 sekarang ini, insyaallah aku sudah memutuskan untuk mendalami bisnis. Mendalami bisnis yang sesuai dengan perintah Allah, yang bisa sekaligus sebagai wadah dakwah. Insyaallah.
One of the hardest desicion of life is walk away or try harder. And I choosed to walk away from "Try being an employee" and then try harder to be The Great Muslimah Enterpreneur. Insyaallah :)